25 July 2021, 18:45 WIB

Panglima TNI Datang Lagi ke Solo, Berdialog dengan Warga di Tempat Isolasi Terpusat


Widjajadi | Nusantara

PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersa.a Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito, dan Kabaharkam Polri, Komjen Pol Arief Sulistyanto meninjai progres pengalihfungsian Asrama Haji Donohudan menjadi rumah sakit darurat pasien Covid-19, dan sekaligus berdialog dengan warga yang sedang menjalani isolasi terpusat di tempat itu.

Selain itu Marsekal Hadi Tjahjanto juga memberikan arahan kepada Kapolsek dan Danramil di setiap wilayah untuk segera melakukan tracing lapangan sesuai SOP yang sudah ditetapkan, saat menemukan warga yang terkonfirmasi Covid-19.

Ia katakan, jika ada masyarakat yang terpapar Covid-19, segera dilakukan tracing terhadap yang kontak erat. Untuk masyarakat terjaring tracing, dilakukan tes swab antigen, dan jika hasilnya positif langsung dilakukan isolasi terpusat. Setelah masa inkubasi virus atau sekitar 5 hari, akan dilakukan swab PCR untuk memastikan lebih lanjut.

Ketika berdialog dengan warga yang menkalaninisolasi terpisat di  Asama Haji Donohudan, Panglima TNI menanyakan tentang pelayanan, apakah sudaj berjalan baik. "Kepada bapak ibu yang menjalani isolasi terpusat, apakah obat diberikan secara rutin? Lalu bagaimana kunjungan dokter baik secara langsung maupun pantauan melalui WhatsApps, apakah dilaksanakan dengan baik?" tanya Panglima Marsekal Hadi.

Warga pun menyampaikan pelayanan yang diberikan pemerintah sudah sangat baik dan sangat membantu dalam masa pemulihan. "Sudah Pak, untuk obat obatan sudah diberikan dan kunjungan juga sudah dilakukan dan sangat membantu kami dalam menyampaikan kondisi terkini yang kami rasakan" jawab warga yang juga menyampaikan hal baik lain soal makanan.

Dengan jawaban sejumlah warga yang sedang menjalani pemulihan di isolasi terpusat Asrama Haji Donohudan, Hadi meyakini para warga akan segera sembuh dan secepatnya berkimpil kembali dengan keluarga.

Usai mengunjungi Asrama Haji Donohudan, rombongan melanjutkan kunjungan ke SDN 6 Panularan yang menjadi salah satu tenpat isolasi terousat di Kita Solo, dengan didampingi Wali Kota Gibran Rakabuming Raka dan Wawali Teguh Prakosa, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak dan Dandim Letkol Inf Wiyata.

Terdapat 54 warga yang sedang menjalani isolasi terpusat disini. Baik Panglima TNI dan jiga Wali Kota Gibran menyapa langsung, dan memberikan semangat kepada warga. Bahkan putra sulung Presiden Jokowi juga bertanya terkait kebutuhan warga yang mungkin belum terpenuhi.

"Gimana kabarnya Bu, Pak? Mungkin ada masukan untuk meningkatkan pelayanan isolasi terpusat disini? Dari makananya atau mungkin fasilitasnya. Apa saja yang diperlukan, bisa langsung disampaikan ke saya nggih Pak, Bu," tukas Gibran.

Mereka yang menjalani masa pemulihan itu, di depan rombongan Pangkima TNI dan Walikota Gibran secara antusias menyampaikan beberapa permintaan, seperyi kipas angin, dan juga makanan yang disesuaikan dengan kondisi masing masing warga.

"Untuk makanan, mungkin bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing dari kami, karena kan ada yang menderita asam lambung, jadi ada beberapa makanan yang dihindari," jawab salah seorang warga.

Gibran pun langsung merespon, agar mereka yang menderita asamnlambung atau tidak tahan pedas, didata."Untuk masukan lainnya, nanti kita evaluasi dan akan kami tingkatkan lagi biar lebih maksimal ya Pak Bu. Pokoknya pesan saya, selama isolasi di sini tidak perlu takut, khawatir, cukup berpikir positif saja. Semoga cepat sehat dan kembali pulang ke rumah," ungkap wali kota berputra dua ini. (WJ/OL-10)

Caption : Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk ketiga kalinya selama masa PPKM mengunjubhi Solo, untuk memgecek sisi pelayanan para petugas medis terhadap warga yang menjalaninisolasi terousatm (MI/OL-10)

 

BERITA TERKAIT