25 July 2021, 16:45 WIB

Kang Emil Minta Tambahan Vaksin Covid-19 untuk Jabar


Cahya Mulyana | Nusantara

DENGAN penduduk 50 juta orang, wilayah Jawa Barat harus menargetkan vaksinasi covid-19 untuk 35 juta orang. Sehingga, herd immunity di provinsi tersebut dapat terwujud.

Namun sejauh ini Jawa Barat baru mendapat alokasi 9 juta dosis vaksin covid-19, atau sekitar untuk 4,5 juta penduduk. Data menunjukan Cirebon dan Bandung paling kebal dari covid-19, karena banyak masyarakat sudah divaksin. 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun meminta pemerintah pusat untuk memberi tambahan vaksin covid-19. "Provinsi paling rawan dari covid-19 adalah Jawa Barat, karena berpenduduk paling padat dengan hampir 50 juta jiwa," tutur Kang Emil, sapaan akrabnya, dalam pertemuan virtual, Minggu (25/7).

Baca juga: Mahfud MD Sebut 90% Kematian Covid-19 karena Belum Divaksin

"Sejauh ini, baru 9 juta dosis (vaksin) atau untuk 4,5 juta jiwa saja. Padahal, target vaksinasi (Jawa Bara) 70%, yakni 35 juta jiwa," imbuhnya.

Menurutnya, Jawa Barat dengan populasi penduduk yang padat, rentan terhadap penyebaran covid-19, berikut varian barunya. Sebagai perbandingan, satu kabupaten di Jawa Barat, seperti Bogor, dihuni 5 juta orang, atau setara penduduk satu provinsi, yakni Sumatera Barat.

"Beban tugas satu bupati di Jawa Barat hampir menyamai seorang gubernur. Tantangan dan tugas para kepala daerah di Jawa Barat pun sangat besar, termasuk dalam menanggulangi covid-19," pungkas Kang Emil.

Baca juga: Tiga Desa di Klaten Mulai Dilanda Kekeringan

Berkat koordinasi yang intensif, lanjut dia, Jawa Barat berhasil menurunkan angka kematian akibat covid-19 di bawah rata-rata nasional. "Tingkat kesembuhan naik dan kematian sebaliknya. Kepatuhan protokol kesehatan juga baik, yakni di atas 86%," jelas dia.

Dia pun mengajak tokoh agama dan tokoh masyaakat untuk menyukseskan vaksinasi covid-19. Seperti, menyediakan ruangan di pondok pesantren untuk menjadi sentra vaksinasi. 

"Mohon titip juga membantu menenangkan masyarakat, karena bantuan sosial terus kita upayakan. Baik yang terdekat secara formal, maupun mereka yang baru terdampak. Itu kita cari solusinya,” tutup Kang Emil.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT