25 July 2021, 10:10 WIB

Tiga Desa di Klaten Mulai Dilanda Kekeringan


Djoko Sardjono | Nusantara

TIGA desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sejak 4 Juni mengalami kesulitan air bersih. Untuk mengatasi kekeringan di tiga desa itu, BPBD Klaten telah mengirimkan bantuan (dropping) air total 264 tangki.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten Yuwana Haris menyebut tiga desa yang mulai kekeringan, yakni Desa Tegalmulyo dan Sidorejo di Kecamatan Kemalang, dan Desa Ngerangan di Kecamatan Bayat.

"Untuk memenuhi kebutuhan air warga tiga desa kekeringan itu, BPBD Klaten telah menggelontorkan bantuan air bersih total 264 tangki atau 1.320.000 liter sejak Jumat (4/6) sampai Jumat (23/7)," katanya.

Saat dikonfirmasi Media Indonesia, Minggu (25/7), Haris menjelaskan untuk pengiriman bantuan air bersih ke daerah rawan kekeringan di musim kemarau itu, BPBD setiap hari mengoperasikan tiga unit mobil tangki.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Klaten Bertambah 484 Orang & 493 Sembuh

Hingga saat ini, Desa Sidorejo telah mendapat pasokan atau dropping air bersih sebanyak 104 tangki. Kemudian, Desa Tegalmulyo 97 tangki dan Desa Ngerangan 63 tangki. Kapasitas tangki air 5.000 liter.

Sebagaimana diketahui, Desa Sidorejo dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, berada di kawasan lereng Gunung Merapi. Sedangkan lokasi Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, berada di kaki perbukitan Gunungkidul.

Menurut Haris, daerah rawan kekeringan di musim kemarau di Klaten sebanyak 51 desa tersebar di 11 kecamatan. Namun, hingga bulan ini hanya Desa Sidorejo, Tegalmulyo, dan Ngerangan yang dilanda kekeringan.

"Untuk penanganan daerah rawan kekeringan pada 2021, BPBD Klaten menyiapkan anggaran Rp241 juta. Anggaran sebesar ini khusus untuk kegiatan dropping air sebanyak 750 tangki," pungkasnya.(OL-5)
 

BERITA TERKAIT