22 July 2021, 23:00 WIB

Pandemi Covid-19 Tumbuhkan Kesadaran Pentingnya Miliki Hunian Berwawasan Lingkungan


Bayu Anggoro | Nusantara

PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat mobilitas masyarakat  berkurang. Kondisi ini membuat investasi dan pembelian rumah jadi suatu hal yang hampir mustahil dilakukan mengingat angka covid-19 yang masih tinggi.

Namun ada hal menarik yang bisa diambil di masa pandemi ini, yakni
masyarakat menyadari bahwa yang diperlukan terutama di masa pandemi
adalah hunian sehat dan investasi terbaik jangka panjang. Dalam hal ini, Podomoro Park menghadirkan hunian sehat yang menjadi solusi di tengah pandemi dengan menyediakan kawasan dengan kualitas oksigen terbaik.

Marketing General Manager Podomoro Park, Tedi Guswana, mengatakan, dari
luas 130 hektare, sebesar 50% kawasan hunian Podomoro Bandung adalah kawasan hijau sehingga suplai oksigen menjadi kelebihan. Ruang gerak bagi penghuni juga tidak dibatasi dengan menghadirkan danau megah sepanjang 1 kilometer.

Menurutnya, penghuni bisa berolahraga dan menikmati suasana danau yang
asri. Selain itu, hunian ini juga dikelilingi deretan gunung di Bandung Selatan yang melengkapi suasana hunian, sehingga dapat menurunkan tingkat stres.

"Dengan harga yang menguntungkan dari sisi investasi, Podomoro Park
Bandung hadir untuk memberikan solusi hunian yang lebih melengkapi
kebutuhan Anda di tengah pandemi dengan menghadirkan klaster terbaru
rumah tumbuh ke bawah, Sadyagriya. Klaster Sadyagriya: Hunian yang Mengadaptasi Kebutuhan di Tengah Pandemi," kata Tedi Guswana, Kamis (22/7).

Dia menambahkan, memiliki hunian yang nyaman dan asri serta ditunjang
dengan fasilitas yang lengkap merupakan impian semua orang. Namun tidak
semua kawasan menyediakan keinginan dan kebutuhan hunian idaman
tersebut.

"Saat ini, rumah bukan hanya sebatas tempat untuk beristirahat saja,
namun di era modern ini rumah juga merupakan tempat spesial yang harus
menyediakan kebutuhan hidup semua anggota keluarga," katanya.

Dia menyebut Podomoro Park Bandung konsisten menghadirkan hunian yang
menjadi impian dan idaman masyarakat. Terbukti, konsistensi Podomoro Park Bandung mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Klaster-klaster hunian yang dihadirkan selalu habis dibeli oleh masyarakat yang mendambakan hunian idaman di kawasan Bandung Selatan yang asri dan memiliki udara segar.

"Mengusung konsep Harmony with Nature Podomoro Park Bandung terus
melakukan berbagai upaya untuk memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada para penghuni. Podomoro Park Bandung yang berada di tengah alam
pegunungan Bandung Selatan adalah kawasan hunian resort yang
mengintegrasikan seluruh aspek kehidupan sehat dan aktif dalam satu
kawasan," kata Tedi Guswana.


Sadyagriya

 

Animo yang besar dari masyarakat Indonesia terhadap hunian modern
semakin memicu Podomoro Park Bandung untuk menghadirkan produk inovatif. Pasca peluncuran tipe Arsana yang stock unitnya menipis, kini Podomoro Park Bandung meluncurkan klaster Sadyagriya yang konsepnya berbeda dengan konsep klaster-klaster sebelumnya yang terlebih dahulu diluncurkan Podomoro Park Bandung.

"Dewasa ini, pandemi covid-19 memang mengubah kebiasaan kita. Saat ini
Podomoro Park Bandung berkomitmen untuk melengkapi hunian di tengah
pandemi melalui hunian dengan konsep expansible house atau rumah
tumbuh," ucapnya.

Berbeda dengan rumah tumbuh pada umumnya, di Podomoro Park Bandung
pembeli akan menemukan rumah tumbuh ke bawah pertama di Indonesia. Pemiliknya bisa mendisain rumah idaman di lantai satu sesuai dengan selera dan kebutuhan masing-masing terutama di masa pandemi. Klaster yang akan menjadi tren baru yang mampu melengkapi kebutuhan keluarga di tengah pandemi ini memiliki sejumlah keunggulan.

"Untuk pertama kalinya di Indonesia, Podomoro Park Bandung meluncurkan
hunian dengan konsep hunian rumah tumbuh ke bawah yang kita beri nama
klaster Sadyagriya," ujarnya.

Semua aktivitas dituntut untuk dapat dilakukan di rumah seperti work
from home dan learn from home. Untuk itu rumah yang dapat beradaptasi
dengan aktivitas yang cepat berubah ini adalah konsep rumah tumbuh.

"Sadyagriya dibangun dengan konsep dua lantai yang akan sangat
memanjakan penghuninya. Klaster Sadyagriya memungkinkan penghuni untuk
berkreasi membangun area open space di lantai 1 dan membangun ruangan
untuk area bekerja atau sesuai dengan kebutuhan keluarga Anda
masing-masing," ujar Tedi Guswana.

Selain itu, pembeli dapat menjadikan lahan open space tersebut sebagai
studio, dapur, art gallery hingga tempat untuk menyalurkan hobi.

"Di lantai satu, penghuni akan mendapatkan kenyamanan ruang tamu yang modern dan nyaman. Selain itu, hadir pula konsep area kantor yang lengkap sehingga penghuni bisa dengan leluasa bekerja atau menyelesaikan tugas-tugas di tempat yang memiliki fasilitas lengkap," ujarnya.

Klaster Sadyagriya memiliki tiga tipe, yakni Amala Eka, Amala Tri, dan
Amala Catur. Pada tipe Amala Eka luas lahan adalah 6x15 meter. Amala Tri dengan luas lahan 6x17 meter, sedangkan Amala Catur dengan luas lahan 6x18 meter.

Sejumlah keuntungan akan didapatkan ketika calon pembeli memilih rumah
dengan konsep expansible. Klaster Sadyagriya bisa dimiliki dengan
harga mulai dari Rp1,6 miliar.

"Area pengembangan berada di lantai 1, sehingga ketika konstruksi dilakukan penghuni tidak perlu mengontrak rumah terlebih dahulu dan tetap nyaman tinggal di lantai 2. Fasilitas bintang 5 turut dihadirkan di klaster ini, dengan mudah Anda dapat menjangkau fasilitas clubhouse, menikmati keindahan panorama alam dan kesejukan udara khas
Bandung selatan. Jadi jangan sampai terlambat untuk mendapatkan semua
fasilitas yang dimiliki klaster Sadyagriya ini," kata Tedi Guswana. (N-2)

BERITA TERKAIT