22 July 2021, 12:27 WIB

CSA SIMURP Naikkan Produktivitas Padi, Petani Cirebon Diuntungkan


mediaindonesia.com | Nusantara

PROGRAM Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) mampu dimaksimalkan petani di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Upaya maksimal dilakukan di antaranya dengan melaksanakan demplot pengembangan Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim. Ini dibuktikan dengan meningkatnya produktivitas pertanian di lokasi demplot CSA.

Mengikuti arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa untuk seluruh jajarannya harus mampu meningkatkan produktivitas pertanian dengan mendukung program-program utama Kementan termasuk SIMURP yang merupakan salah satu programnya.

“Pertanian Cerdas Iklim atau CSA SIMURP memiliki dampak yang positif untuk pertanian. Di mana salah satu ciri petani modern adalah memanfaatkan teknologi pertanian modern dengan mengimplementasikan teknologi di lahan Indonesia untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan juga pendapatan petani," ujar Mentan. 

Program-program utama Kementan lainnya yang harus didukung di antaranya Kostratani dan peningkatan pemberdayaan petani dan penyuluh.

"Semuanya merupakan kunci keberhasilan pembangunan pertanian dan pembangunan pertanian dimulai dari penyuluhnya, dengan meningkatkan kapasitas dan keterampilan penyuluh sehingga produksi pangan bagi 273 juta jiwa penduduk Indonesia terpenuhi," tambah SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa CSA atau Pertanian Cerdas Iklim merupakan kunci andalan SIMURP sehingga harus betul-betul dipahami seluruh pelaksana SIMURP Pusat dan daerah. 

"Kegiatan CSA bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas, mengajarkan budidaya pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, mengurangi risiko gagal panen, mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) serta meningkatkan pendapatan petani khususnya di daerah irigasi proyek SIMURP," jelas Dedi dalam keterangannya, Kamis (22/7)..

"Implementasi CSA juga wajib diterapkan oleh seluruh pengelola SIMURP baik di Pusat maupun di daerah," ujar.

Pelaksanaan kegiatan percontohan penerapan teknologi CSA dalam bentuk demplot CSA (adopsi teknologi Jajar Legowo) padi di Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon berada di 72 lokasi yang tersebar di tiga Balai Penyuluhan Pertanian di antaranya BPP Gebang, Pabedilan, dan Waled.

Masing-masing BPP ada 24 lokasi demplot CSA Padi. Sejak awal Juli  2021 lokasi demplot CSA Padi Program SIMURP sudah mulai panen. 

Lilik Winarti, Penyuluh Pertanian Pusat untuk wilayah binaan Cirebon, menyampaikan sepanjang 2021, terdapat 30 lokasi demplot CSA padi yang telah panen dan semuanya mengalami peningkatan.

“Dari sumber Analisa Data Laporan Panen Demplot CSA Padi, BPP Gebang, Waled, dan Pabedilan. Tahun 2021 sampai dengan sekarang lokasi demplot CSA padi yang sudah dipanen sebanyak 30 lokasi," terangnya.

Lebih lanjutl Lilik menjelaskan BPP Gebang Demplot CSA Padi yang sudah dipanen sebanyak 13 lokasi dengan hasil rata rata produktivitas CSA Padi adalah 7,63 ton GKG. Sedangkan  rata- rata produktivitas padi non CSA 5,98 ton GKG. Sedangkan rata rata produksi tahun lalu sebelum ada SIMURP sebesar 5,58 ton GKG.

“Selain itu, BPP Waled Demplot CSA Padi yang sudah dipanen sebanyak 13 Lokasi dengan hasil rata rata produktivitas CSA Padi adalah 7,76 ton GKG. Sedangkan  rata- rata produktivitas padi non CSA 6,11  ton GKG," kata Lilik. 

Sedangkan rata rata produksi tahun lalu sebelum ada program simurp sebesar 6,70 ton GKG. 

“Terakhir, BPP Pabedilan Demplot CSA Padi yang sudah dipanen sebanyak 4 lokasi dengan hasil rata rata produktivitas CSA Padi  adalah 6,8 ton GKG. Sedangkan  rata- rata produktivitas padi non CSA 5,3  ton GKG. Sedangkan rata rata produksi tahun lalu sebelum ada SIMURP sebesar 5,2 ton GKG,” jelasnya lagi.

Dari panen yang sudah dilakukan di beberapa lokasi demplot SIMURP tersebut telah diperoleh peningkatan produktivitas yang signifikan jika dibandingkan dengan hasil panen tahun sebelumnya. 

Jika dibandingkan dengan hasil  panen padi yang non-penerapan CSA di area lokasi demplot, rata-rata hasil panen di lokasi demplot CSA produktivitasnya mengalami peningkatan produktivitas  ,6 sampai  2 ton GKG dari rata-rata produksi tahun sebelumnya.

“Dengan adanya selisih hasil produktivitas yang lebih tinggi antara usahatani penerapan CSA dengan usahatani non CSA  diharapkan petani lainnya dapat lebih yakin dan mau ikut menerapkan CSA pada lahan usaha taninya dengan didampingi oleh para penyuluh pertanian sesuai wilayah binaannya," jelasnya

"Sehingga petani di wilayah Daerah Irigasi program SIMURP dapat meningkat pendapatan dan kesejahteraannya.” harap Lilik. (*)

BERITA TERKAIT