21 July 2021, 15:50 WIB

Stok Beras di Gudang Bulog Sumsel Babel Penuhi Kebutuhan Satu Tahun ke Depan


Dwi Apriani | Nusantara

MESKI ditengah pandemi Covid-19, penyerapan beras di wilayah Sumatra Selatan dan Bangka Belitung masih terus dilakukan. Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Sumsel dan Babel mengklaim saat ini pencapaian penyerapan atau pengadaan beras di wilayahnya sudah melampaui target.

Diketahui tahun ini, pihaknya menargetkan penyerapan beras Bulog Sumsel Babel sebesar 50.000 ton beras. Namun pada pertengahan Juli 2021 ini, capaiannya sudah mendekati 60.000 ton beras atau sudah jauh melampaui target yang ada.

Pimpinan Bulog Divre Sumsel Babel, Ali Ahmad Najih Amsari mengatakan, pihaknya tetap optimal menyerap beras dari petani di wilayah Sumsel dan Babel. Utamanya petani di wilayah Banyuasin, OKI, OKUT, dan lainnya yang merupakan sentra penghasil beras.

"Walau sudah capai target, tapi kita tetap optimal melakukan penyerapan. Ini sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Sumsel yang meminta agar Bulog tetap menyerap beras petani untuk memastikan ketahanan pangan kita," ujar Ali, kemarin.

Bahkan, kata Ali, saat ini penyerapan di daerah penghasil beras akan dilakukan hingga akhir Desember 2021. "Kita bersyukur karena sudah capai target, dan saat ini masih dalam masa panen, sehingga kita di lapangan tetap melakukan penyerapan beras," kata dia.

Dengan penyerapan ini, kata dia, maka mempengaruhi stok atau ketersediaan beras di gudang Bulog. Ali menjelaskan, saat ini stok di gudang Bulog bisa memenuhi kebutuhan beras hingga 12 bulan kedepan.

"Stok kita aman, hingga 12 bulan ke depan pun masih cukup memenuhi kebutuhan. Stok melimpah," ucapnya.

Untuk tetap menjaga kualitas stok beras, pihaknya tetap melakukan perawatan rutin. Selain itu juga, menjalankan instruksi pemerintah yakni mengeluarkan stok beras untuk program bantuan sosial kepada masyarakat.

"Dengan adanya pengeluaran beras melalui program pemerintah ini tentu akan berpengaruh beras pada upaya maksimal kita menyerap beras dari petani. Karena itu, kita berharap program pemerintah akan lebih banyak lagi sehingga stok di gudang bisa berkurang dan kembali ada perputaran serapan beras yang lebih baik," pungkasnya. (DW/OL-10)

BERITA TERKAIT