21 July 2021, 15:27 WIB

Hujan Lebat, Cilacap Kebanjiran


Lilik Darmawan | Nusantara

BANJIR melanda sejumlah daerah di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), sejak Rabu (21/7) pagi. Banjir dipicu oleh hujan lebat yang terjadi di wilayah Cilacap dan daerah hulu.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan bahwa ada ruas jalan yang sempat terendam, sehingga tidak dapat dilewati. Jalan yang terendam di Desa Cilibang merupakan penghubung antara Cilacap dengan Wangon, Banyumas. "Panjang yang terendam 500 meter dengan ketinggian 60 cm. Sedangkan kedua ialah jalur Sidareja-Cilacap. Jalan terendam sepanjang 70 meter. Mudah-mudahan segera surut," kata Tri Komara.

Selain jalan, ada sejumlah desa di Kecamatan Jeruklegi yang terendam yakni Cilibang, Jeruklegi Wetan, Sawangan, Prapagan, Brebeg, dan Jambusari. Di sejumlah desa tersebut, ada lebih dari 60 rumah yang terendam. Bahkan di Jeruklegi Wetan, ada 9 keluarga yang mengungsi. 

"Untuk Kecamatan Kawunganten, ada satu desa yang terdampak yakni Kalijeruk. Di desa setempat, ada 120 rumah yang terendam akibat meluapnya Sungai Cibereum. Selain itu, sekitar 30 ha sawah juga tergenang," ujarnya.

Saat sekarang, kata Tri Komara, pihaknya masih menghitung kerugian yang diakibatkan oleh banjir di Cilacap. "Tim masih di lapangan untuk memberikan bantuan kepada warga yang kebanjiran. Kerugian juga masih dihitung," kata dia.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Cilacap Alami Penurunan

Secara terpisah, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo saat dihubungi Media Indonesia mengatakan bahwa curah hujan di Kawunganten cukup tinggi, karena tercatat 165 milimeter (mm). "Curah hujan yang tinggi terjadi akibat gangguan cuaca, sehingga memberikan kontribusi bagi pembentukan hujan awan di Indonesia," tambahnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT