21 July 2021, 13:55 WIB

Rekayasa Sosial Polda Jambi Tekan Kerumunan 90 Persen Selama PPKM


Solmi | Nusantara

AKSI rekayasa sosial yang dilakukan Kepolisian Daerah Jambi untuk mengubah perilaku masyarakat selama PPKM (Penerapan
Pembatasan Kegiatan Masyarakat) ternyata mampu menekan tingkat kerumunan warga sampai 90 persen di Kota Jambi.

"Cukup berhasil! Selama empat hari dilaksanakan tingkat kerumanan warga dalam Kota Jambi tertekan hingga 90 persen," kata Kapolda Jambi Inspektur Jenderal A. Rachmad Wibowo, Rabu (21/7).

Rachmad Wibowo menjelaskan, rekayasa sosial yang dilaksanakan jajaran Poresta Jambi, dilakukan di sejumlah titik dalam Kota Jambi
yang dipetakan rawan terjadi kerumunan aktivitas masyarakat. Antara lain dengan memasang rambu dan banner-banner yang bertuliskan Ditutup selama PPKM di atas bangku-bangku permanen yang banyak terpasang di beberapa bahu jalan utama.

Beberapa kawasan yang sudah dilakukan rekayasa sosial yakni ruang-ruang terbuka dana pedestrian jalan, antara lain di sepanjang
Jalan Soemantri Brojonegoro di kawasan Sipin, kawasan Bundaran Tugu Keris, Taman Remaja di Kota Baru dan kawasan sentra jajanan di kawasan Beringin.

baca juga:

"Berbagai upaya kita lakukan guna mencegahan penyebaran Covid-19. Selain sosialisasi, dengan rekayasa sosial ini diharapkan bisa
menggugah kesadaran bersama dari masyarakat Jambi untuk mengurangi mobilitas di luar rumah," sebut Kapolda A .Rachmad Wibowo.

Tidak hanya itu, untuk mengayomi para pelaku UMKN tetap berjalan ekonominya, Polda Jambi membantu memfasilitasi dengan membuatkan
banner-banner nama tempat-tempat makan dan jajanan kuliner lengkap dengan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk memudahkan warga untuk memesan makanan via telepon atau daring. (N-1)

 

 

 

BERITA TERKAIT