21 July 2021, 13:42 WIB

33 Daerah di Jawa Timur Masuk Zona Merah Covid-19


Faishol Taselan | Nusantara

SEBANYAK 33 daerah di Jawa Timur dinyatakan masuk dalam zona merah Covid-19. Jatim masuk dalam kategori daerah yang berisiko tinggi terhadap penyebaran covid-19.

"Dari 38 kabu/kota, sudah 33 masuk zona merah, sisanya masuk dalam zona oranye," kata anggota Satuan Tugas Kuratif Covid-19 Jawa Timur dr. Makhyan Jibril di Surabaya, Rabu (21/7).

Pada pekan lalu baru ada 19 daerah yang masuk zona merah,namun pekan ini sudah naik menjadi 33. Ada kenaikan siginfikan daerah
yang zona merah.Ke-33 daerah tersebut yakni Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Kediri, Kota Batu, Kabupaten Madiun, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten  Tuban, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Ngawi, Kota Kediri, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Bojonegoro.

Selain itu, Kabupaten Bangkalan, Kota Madiun, Kabupaten Jember, Kabupaten Magetan, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Probolinggo, Kota
Surabaya, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jombang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Gresik, Kabupaten Pacitan, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Bondowoso.

Sedangkan lima daerah zona oranye meliputi Kota Probolinggo, Kabupaten Sumenep, Kota Blitar, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang.

"Untuk yang zona oranye ada lima daerah. Lima daerah ini kategri sedang. Namun perlu diwaspadai bila suatu saat ikut zona merah," ujarnya.

Adapun 33 daerah masuk zona merah merupakan kalkulasi dari Satgas Covid Pusat dengan parameter yang sudah ditetapkan. "Jadi, bukan Jatim tapi pusat  yang menetapkan," lanjut Makhyan.

baca juga: Jawa Timur

Hal ini bisa dimaklumi sebab berdasarkan data di Jatum terdapat tambahan sebanyak 5.654 kasus baru terkonfirmasi positif, 2.582 kasus sembuh dan 268 kasus meninggal dunia.

Secara kumulatif, total terkonfirmasi positif Covid-19 hingga saat inisebanyak 249.245 kasus, dengan rincian 48.569 kasus (19,49 persen)
dirawat, 184.213 kasus (73,91 persen) sembuh, dan 16.463 kasus (6,61) persen meninggal dunia.

"Jadi kalua naik tinggi karena peningkatan kapasitas testing (pengujian) maupun pemeriksaan sampel yang naik tiga kali lipat," pungkas Makhyan. (N-1)

 

BERITA TERKAIT