21 July 2021, 12:49 WIB

Okupansi Hotel Hanya 18%, PHRI Sulsel Gelar Doa Lintas Agama


Lina Herlina | Nusantara

KASUS covid-19 di Indonesia yang masih terus mengalami kenaikan dikeluhkan banyak pihak, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Indonesia Hotel General Manager Asociation (IHGMA). Mereka pun menggelar kegiatan Doa Bersama Lintas  Agama untuk Indonesia di Claro Hotel, Makassar, Rabu (21/7)

Ketua PHRI Sulawesi Selatan Anggiat Sinaga mengatakan, saat ini, rata-rata okupansi hotel-hotel yang ada di Makassar hanya berkisar 18%.

"Ini menyebabkan suatu keprihatinan. Bahkan, tadi pagi, saya dapat kabar ada hotel yang hanya 8%. Makanya, kami dari PHRI dan IHGMA
mengundang para pemuka agama untuk berdoa bersama agar pandemi covid-19 segera berlalu," kata Anggiat.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Kota Batam Disetop Karena Tiada Stok

Meski belum ada hotel yang tutup akibat pandemi, ungkap Anggia. "Tapi saya kira ini hanya menunggu waktu saja. Akan tetapi, terkait proses karyawan dirumahkan sudah pasti berlangsung atau karyawan yang bekerja hanya 15 hari dalam sebulan agar upahnya hanya diterima 50% juga".

Dia berharap pandemi covid-19 segera berlalu agar Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan pembatasan lain bisa segera dihentikan pemerintah.

"Mudah-mudahan tanggal 25 berakhir dan tidak  dilanjut lagi ini PPKM," harap Anggiat.

"Karenanya, kegiatan yang digelar sederhana, bersama pemuka lima agama dan komunitas PHRI dan IHGMA secara Hybrid. Dalam kegiatan ini kita satukan hati memohon kuasa Tuhan agar diberi kelegaan atau mukjizat agar pandemi covid-19 ini segera berlalu," sambungnya..

Anggiat menambahkan, saat ini, data yang pihaknya terima belum terdata baik semuanya. Tapi telah berproses, sebagian  karyawan-karyawan telah dirumahkan di beberapa hotel yang ada di Sulsel.

Sementara itu, terkait dana hibah dari pemerintah, PHRI dan IHGMA telah rapat dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar dan Dinas Perizinan dua bulan lalu.

"Kita diminta merampungkan seluruh administrasi yang akan diberikan kepada kementerian (Kemenparekraf) agar dana hibah itu segera bisa dicairkan untuk menjadi paling tidak penopang dana bagi kita," lanjut Anggiat.

Hanya saja, belum ada kepastian kapan dicairkan. Tapi saat ini dalam proses persuratan kepada kementerian.

"Tapi saya yakin dan optimistis, karena ketika kita video conference dengan pak menteri pastikan bahwa dana hibah yang tertunda di  Makassar akan segera dicairkan. Karena Makassar ini kan jadi perioritas untuk dicairkan," seru Anggiat. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT