20 July 2021, 17:10 WIB

Pemprov Sumsel Bakal Alihkan Stok Vaksin Dosis Kedua untuk Penyuntikan Pertama


Dwi Apriani | Nusantara

SEBAGAI upaya mempercepat vaksinasi, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan bakal mengalihkan jatah vaksin dosis kedua untuk digunakan ke penyuntikan pertama. Hal ini diungkapkan Gubernur Sumsel Herman Deru usai menggelar Rapat Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersama Presiden RI via virtual, Selasa (20/7).

Herman Deru mengatakan, jumlah vaksin yang diberikan pemerintah pusat kurang mencukupi kebutuhan vaksinasi di Sumsel. Hingga kini, persentase penyuntikan vaksin untuk dosis pertama baru mencapai 13% dan dosis kedua baru mencapai 5%. Dari total sasaran sebanyak 6,4 juta jiwa.

''Bukan kurang nakes atau faskesnya. Tapi vaksinnya tidak ada. Makanya tadi sudah ada persetujuan dari Presiden untuk menggunakan jatah dosis kedua yang ada saat ini ke penyuntikan pertama,'' kata Deru.

Ia mengatakan, untuk penyuntikan kedua akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan alokasi vaksin yang akan diberikan. Ia mencontohkan pengiriman vaksin yang baru diterima. Pemprov hanya mendapat 67.900 dosis.

''Kami lalu mendesak untuk meminta tambahan. Sehingga akan ditambah lagi 50.000 dosis. Nah, jumlah ini masih sedikit jika dibandingkan dengan total sasaran yang harus kita capai,'' bebernya.

Dengan memperkuat capaian penyuntikan pertama, Deru menjelaskan tidak ada lagi stok vaksin yang tertahan. ''Saya instruksikan bupati/wali kota segera menggunakan stok vaksin kedua yang ada untuk digunakan penyuntikan pertama,'' tegasnya.

Berdasarkan data Perkembangan Covid-19 Sumsel, stok vaksin yang ada saat ini mencapai 100.010 dosis. Selain mengalihkan penggunaan vaksin, Pemprov juga bakal menambah jumlah vaksinator.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pelatihan bagi vaksinator. Khususnya, Kota Palembang dan TNI Polri.

''Sejauh ini sudah ada 1.760 vaksinator yang tersebar di seluruh faskes ataupun institusi di Sumsel. Nah, ini rencananya akan ada penambahan lagi agar bisa mempercepat vaksinasi. Totalnya setelah pelatihan lebih dari 2.000 vaksinator,'' pungkasnya. (DW/OL-10)

BERITA TERKAIT