20 July 2021, 20:13 WIB

Setelah Punya Toko Daring, UMKM di 10 Lokasi Wisata Diminta Genjot Penjualan 


Iis Zatnika | Nusantara

Sebanyak 26.000 UMKM kategori produsen didukung untuk melakukan penjualan aktif melalui berbagai aplikasi digital untuk mendongkrak pendapatan dan meningkatkan kelas bisnisnya. UMKM itu tersebar di 10 destinasi wisata prioritas yaitu Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Mandalika di NTB, Wakatobi di Sulawesi, Morotai di Maluku Utara, Kepulauan Seribu di Jakarta, Tanjung lesung di Banten, Borobudur di Jawa Tengah, Bromo di Jawa Timur serta Labuan Bajo di NTT. 

Kegiatan itu diselenggarakan Direktorat Ekonomi Digital, Ditjen Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan informatika. Program itu melibatkan pendampingan oleh fasilitator, pelatihan, bantuan paket data, aplikasi aggregator marketplace, aplikasi kasir atau point of sales (POS), dan aplikasi pembelajaran online. Rangkaian kegiatan itu dilakukan selama enam bulan dan menargetkan UMKM lebih piawai dalam berbisnis digital.

Sebelumnya, telah dilakukan pelatihan membuka toko online bagi 20.000 UMKM di pasar-pasar tradisional. "Kami mendorong mereka menghidupkan toko daring di marketplace dengan mengunggah foto dan deskripsi produk, berinteraksi dengan calon konsumen, juga melakukan transaksi. Terobosan ini akan membantu mereka meningkatkan akses pemasaran, permodalan dan bisnis yang relatif efektif dan efisien," ujar Puti Adella Elvina, Sub Koordinator Kajian dan Survei Dampak UMKM Kominfo, belum lama ini.

Para fasilitator mendampingi UMKM secara daring maupun luring. "Teknologi dan aplikasi digital harus dapat dimanfaatkan UMKM di berbagai industri, level, dan daerah, untuk menunjang bisnis mereka," ujar SKoordinator Adopsi Teknologi Digital UMKM Kominfo Sumarno, di sela-sela kunjungannya di lapangan.

Bersamaan dengan adanya kegiatan pendampingan itu, Kominfo juga melaksanakan survei terhadap 37.000 UMKM di sektor produsen dan pengolahan secara daring dan luring untuk memperbaharui data adopsi teknologi digital oleh UMKM. Data itu akan digunakan sebagai dasar bagi pelaksanaan program berikutnya.

"Terdapat tiga agenda besar bagi UMKM dari Direktorat Ekonomi Digital, Ditjen Aplikasi Informatika Kominfo yaitu on-boarding yaitu dari lapak biasa didorong untuk memiliki toko daring. Kedua, kami fasilitasi untuk meningkatkan aktivitas bisnis di berbagai platform digital atau active-selling. Ketiga, kami dampingi  untuk melebarkan sayap dan mengembangkan bisnis dengan program scale-up”, kata I Nyoman Adhiarna, Plt. Direktur Ekonomi Digital Kominfo.(*/X-6)

BERITA TERKAIT