20 July 2021, 12:50 WIB

PPKM Darurat Sukses Tekan Tingkat Penularan Covid-19 di Sumut


Yoseph Pencawan | Nusantara

PROVINSI Sumatra Utara mengalami penurunan tingkat penularan covid-19 setelah satu minggu menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Irman Oemar mengatakan angka kasus penularan harian covid-19 di provinsinya menurun.

"Pada 15 Juli, angka penularan harian sempat menyentuh angka 1.127 kasus. Kemudian terus menurun dan pada 19 Juli menjadi 611 kasus konfirmasi positif," ungkapnya, Selasa (20/7).

Baca juga: Sulawesi Tenggara Salurkan Beras untuk Masyarakat selama PPKM Mikro

Dia menjelaskan, angka penularan covid-19 di Sumut sempat menyentuh angka 1.000 kasus per hari.

Namun, angka kasus terus berfluktuasi hingga akhirnya per 19 Juli 2021, atau satu minggu setelah pemberlakuan PPKM Darurat di Kota Medan, menurun menjadi 611 kasus.

Irman memaparkan, hingga 19 Juli 2021, terdapat 8.240 kasus yang masih terkonfirmasi positif, tetapi yang sudah sembuh mencapai 35.579 kasus.

"Sementara positivity rate Sumut saat ini mencapai 6,95%," imbuhnya.

Melihat angka tersebut, lanjut dia, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengingatkan masyarakatnya untuk terus menaati protokol kesehatan (prokes) yaitu dengan senantiasa memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan menjauhi kerumunan.

Edy memastikan disiplin prokes adalah salah satu kunci memutus mata rantai penularan covid-19.

"Protokol kesehatan adalah kewajiban, tidak bisa tidak, terutama pakai masker. Jika tidak mau tertular pakailah masker. Jika tidak mau menularkan ke orang yang rentan, juga pakailah masker. Jadi, protokol kesehatan ini adalah kunci yang paling mudah," kata Irman.

Selain menaati prokes, vaksinasi juga adalah kunci lain agar kebal terhadap dampak penularan covid-19. Vaksinasi membuat seseorang dapat bertahan jika terpapar covid-19.

Sudah banyak kasus yang memperlihatkan keefektifan vaksin dalam menghadapi covid-19. Apabila terpapar, seseorang yang telah divaksin hanya akan mengalami gejala ringan, bahkan tanpa gejala.

Oleh sebab itu, kata Irman, Gubernur terus meminta masyarakat agar tidak menolak divaksin.

"Masyarakat diharapkan tidak menolak vaksin, segera cari tempat vaksinasi, vaksin adalah kunci agar tidak menderita gejala berat covid-19," katanya.

Terkait PPKM Darurat di Kota Medan, petugas dan aparat yang bertugas di pos juga diminta menggunakan pendekatan yang humanis. Petugas tidak dibolehkan menggunakan cara-cara kekerasan saat menegakkan aturan kepada masyarakat.

"Pendekatan humanis adalah pendekatan yang paling cocok dalam masa seperti ini, " kata Irman.

Selain itu, para tokoh agama dan tokoh masyarakat juga diminta mengajak umat agar mematuhi prokes. Hal itu diperlukan agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya prokes dapat meningkat.

Lebih jauh, Irman mengatakan, Gubernur Edy juga mengajak masyarakatnya mengonsumsi obat herbal alami yang akrab bagi masyarakat. Terlebih, selama ini, Sumut memiliki banyak jenis tanaman yang bisa digunakan untuk meningkatkan imun tubuh.

"Misalnya sambiloto yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh," pungkas Irman. (OL-1)

BERITA TERKAIT