15 July 2021, 10:39 WIB

Kemenhub Sediakan Kapal Pelni Sebagai Tempat Isoman di Makassar


Insi Nantika Jelita | Nusantara

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan kapal milik PT Pelni sebagai tempat isolasi mandiri (isoman) bagi pasien penderita covid-19 yang bergejala ringan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Hal itu dilakukan dalam rangka membantu Pemerintah Kota Makassar menghadapi tingginya kasus positif covid-19 yang mencapai 34.115 kasus per Rabu (14/7) dan terbatasnya ruang perawatan di Makassar.

"Kemenhub telah memberikan izin dan telah berkoordinasi dengan Pelni terkait dengan penyediaan kapal," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Laut R Agus H Purnomo dalam keterangan resmi, Kamis (15/7).

Baca juga: Warga Sikka Enggan Berobat karena Takut Divonis Covid-19

Agus menyebut langkah itu sebagai tindak lanjut usulan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto soal penyediaan tempat isoman. Terkait operasional isolasi dan penyediaan tenaga kesehatan, akan dikoordinasikan dengan Pemda setempat.

Agus juga mengungkapkan PT Pelni menyiapkan kapal penumpang KM Umsini untuk isolasi apung yang telah tiba pada Rabu (14/7) di Makassar.

Saat ini, kapal tersebut tengah berhenti beroperasi sementara waktu (port stay) karena adanya PPKM darurat sehingga bisa digunakan sebagai tempat isoman.

Kapal tersebut dilaporkan memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 1.995 unit.

Untuk pelaksanaan isolasi mandiri ini, digunakan maksimal 50% dari kapasitas total, yaitu sebanyak 868 unit dengan 68 unit di antaranya untuk nakes.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Antoni Arif Priyadi menyebut, penyediaan kapal untuk isolasi apung ini masih dalam tahap persiapan.

Adapun beberapa aspek yang tengah disiapkan untuk isolasi apung ini salah satunya adalah penetapan status kapal sebagai tempat isolasi mandiri oleh Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan.

Adapun fasilitas isolasi apung terdiri dari tempat tidur, awak kapal, alat kesehatan, alat pelindung diri (APD) untuk awak kapal, tenaga kesehatan, tenaga keamanan, konsumsi, dan penanganan limbah medis.

"Saat ini, untuk kru kapal yaitu hanya ABK inti dan proses rolling (gantian bertugas) setiap 2 (dua) minggu sekali," ujar Antoni.

Kapal untuk isolasi apung ini dalam posisi tidak berlayar tetapi berlabuh di sekitar Pulau Lae Lae. Lokasi tersebut dipilih guna memudahkan Pemkot Makassar melakukan pengawasan dan pendistribusian logistik dan obat-obatan bagi pasien yang berada di kapal.

"Nantinya akan dilakukan juga monitoring kesehatan tenaga kesehatan dan crew yang bertugas secara berkala. Setiap rolling, mereka akan dilakukan test RT-PCR terlebih dahulu," tandas Antoni. (OL-1)

BERITA TERKAIT