14 July 2021, 13:26 WIB

Pemkot Malang Terapkan Pemakaman Mandiri Jenazah Covid-19


Bagus Suryo | Nusantara

PEMERINTAH Kota Malang, Jawa Timur, memperkuat ketangguhan pemakaman jenazah covid-19 secara mandiri melibatkan warga. Hal itu dilakukan untuk mengurai permasalahan antrean saat proses pemulasaran dan pemakaman.

"Kita coba urai bottleneck, simpul kemacetan ada di mana. Dari penjemputan jenazah menuju rumah sakit pemulasaran, pelaksanaan pemulasaran, penghantaran ke pemakaman hingga proses penguburan," tegas Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu (14/7).

Pemkot Malang pun melakukan evaluasi menyeluruh sampai teknis melibatkan Dinkes dan Satgas Covid Universitas Brawijaya. Sebab, kondisi terkini rumah sakit rujukan mulai kewalahan saat proses pemulasaran dan percepatan pemakaman. Akhirnya, Sutiaji mengambil langkah cepat menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sebagai RS rujukan pemulasaran jenazah selain membuka rekrutmen relawan pemulasaran.

Pemkot Malang mengambil langkah setelah faktanya terjadi antrean saat proses pemulasaran yang memperlambat penguburan karena minimnya personel. Karena itu perlu mengaktivasi kembali ketangguhan pemakaman secara mandiri oleh masyarakat atau anggota keluarga yang berduka.

"Jumlah tenaga pemulasaran tidak sebanding dengan jenazah serta daftar tunggu setelah pemulasaran untuk masuk daftar antrean petugas pemakaman," katanya.

Solusi atas permasalahan itu melalui langkah pintas, yakni menambah tenaga pemulasaran dan tempat pemulasaran. Selanjutnya, menambah tenaga pemakaman. Lalu, menguatkan mekanisme dan standar operasional prosedur setelah proses pemulasaran.  "Dipastikan bahwa jenazah serta peti jenazah sudah aman untuk dibawa," tuturnya.

Di langkah pengambilan peti jenazah usai pemulasaran itu yang paling krusial. Pasalnya petugas harus memastikan saat peti diambil keluarga sudah aman, selanjutnya proses pemakaman secara mandiri dalam ketangguhan. Solusi ini, lanjut Sutiaji, tentu akan mengurangi tingkat penumpukan, antrean sekaligus beban petugas.

Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso menambahkan, pemulasaran dan pemakaman secara mandiri itu menjadi instrumen kampung tangguh.

"Namun, dengan berbagai pertimbangan, kini yang bisa kita aktivasi adalah ketangguhan dalam proses pemakaman," kata Erik. (OL-13)

Baca Juga: Rekor Baru Kasus Harian Covid-19 di Bogor Raya Tembus 1.576 Kasus

 

BERITA TERKAIT