14 July 2021, 11:40 WIB

Menebar Kelapa Pandan Wangi dari Serdang Bedagai


Mediaindonesia.com |

INDONESIA memiliki banyak jenis kelapa yang menghasilkan rasa dan aroma yang khas. Salah satunya adalah kelapa pandan wangi.

Kelapa khas Indonesia itu dikembangkan oleh Jasman Silitong puluhan tahun lalu di kebunnya di di  Pantai Cermin Kanan, Kab Serdang Bedagai Sumatera Utara. Seperti namanya, kekhasan buah kelapa ini adalah pada aroma pandan pada buahnya.   

Jasman  mulai menggeluti usaha kelapa pandan wangi ini sejak 2001. Pada awalnya ia  melakukan penanaman secara tradisional saja, sesuai dengan pengetahuan yang ia miliki saja. 

“Baru sekitar  2013-2014, Balitpalma turun melalui Direktorat Jenderal Perkebunan khususnya Balai Besar Perbenihan Dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan, berupa informasi tentang kelapa, cara penyemaian, cara penanaman, dan penseleksian serta proses mengedarkan baik dalam bentuk benih atau butiran.

Butuh  waktu  4 tahun, dari 2014 hingga 2018, kebunnya ditetapkan sebagai  kebun sumber benih unggul lokal oleh Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian.

“Benih kita sudah hampir seluruh Indonesia. Sejak  2018 sampai dengan 2021 ini kita sudah edarkan sekitar 70.000 benih ke seluruh Indonesia,” kata Jasman

Dalam pengembangan kelapa ini tentunya dihadapkan pada berbagai tantangan, salah satunya untuk meningkatkan produksi memerlukan penambahan lahan dan pengolahan limbah. 

“Kami membutuhkan juga alat untuk mengolah limbah kebun, seperti pelepah-pelepah kita butuh mesin pencacah supaya tidak menjadi sarang hama. Karena kalau dibiarkan tergeletak begitu aja bisa mempengaruhi kualitas mutu produksi dan produktivitas kebun kelapa ini,” ujarnya. 

Jasman berharap, kelapa pandan wangi ini dapat menjadi ikon (simbol) Sumatera Utara.   Saat ini kelapa pandan wangi ini sudah ditanam di Papua Barat.  

“Mudah-mudahan kelapa ini bisa berkembang ke seluruh Indonesia dan kita bisa menjadi pemasok atau mensuplai kelapa ini ke seluruh dunia, karena pasarnya masih sangat terbuka dan peluangnya sangat besar,” tutupnya. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT