09 July 2021, 14:20 WIB

Positif Covid di Sumsel Melonjak, Pejabat Sebut Delay Report


Dwi Apriani |

ANGKA positif Covid-19 di Sumatra Selatan terus meningkat tajam. Pada Rabu (7/7), penambahan kasus baru positif Covid-19 mencapai 358 orang dan 296 kasus pada Kamis (8/7). Padahal sebelumnya, penambahan kasus Covid-19 harian rata-rata 100-140 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy, mengakui adanya angka peningkatan kasus Covid-19. Namun, hal itu disebabkan adanya delay report (laporan yang tertunda).

"Saat ini sampel yang diperiksa cukup banyak, dan terjadi peningkatan dua kali lipat. Dimana tadinya sehari 500 sampel sekarang bisa 1.000-an sampel yang diperiksa," kata Lesty, Jumat (9/7).

Ia mengatakan, dalam menangani Covid-19 ini, grand design penanganannya ada tiga yaitu 3T (testing, tracing, dan treatment) dan ada percepatan vaksinasi Covid-19. Untuk treatment, ada dua yaitu yang tidak bergejala bisa isolasi mandiri baik di rumah maupun di tempat yang sudah disediakan pemerintah. Lalu untuk yang bergejala bisa di rumah sakit.

"Kemudian untuk tracing dari satu orang yang positif, ada 15 orang yang di tracing dan di tes. Ketika di tes antigen ada yang positif maka dilanjutkan tes PCR," ungkapnya.

Lesty menghimbau, kepada masyarakat diharapkan lebih waspada dan patuh terhadap protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

"Maka kami tak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat agar menjalankan prokes dengan baik, penuh kesadaran dan dengan rasa tanggung jawab," katanya.

Menurut Lesty, pandemi ini tanggung jawab bersama semua pihak. Maka dihimbau juga kepada yang mengadakan kegiatan, agar penanggung jawab kegiatan memastikan yang ikut kegiatan sehat, dan prokesnya benar-benar dijalankan dengan baik.

Lalu hindari makan secara prasmanan, ataupun makan bersama. Kemudian pertemuan tidak boleh lama dan kegiatan-kegiatan dibatasi. Untuk ruangan upayakan berventilasi.

Lesty menambahkan, untuk menghadapi terjadinya lonjakan Covid-19 berbagai persiapan telah dilakukan seperti mengecek ketersediaan oksigen yang sejauh ini masih aman. Lalu obat-obatan untuk Covid-19 dan vitamin masih cukup.

Selain itu, APD seperti masker dan lain-lain sudah ditambah pengadaannya. Untuk antigen di Sumsel mulai menipis, untuk itu Dinkes akan minta ke pusat melalui Gubernur Sumsel.

"Di Sumsel ini fungsinya sebagai buffer stok, untuk itu kabupaten/kota bisa menggunakan DAU dan memanfaatkan secara optimal," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Kawasan Pesisir di Kota Cirebon Disiapkan jadi Destinasi Wisata.
 

 

BERITA TERKAIT