09 July 2021, 14:02 WIB

Bukan SARA, Motif Pelemparan Batu ke Gereja Karena Tidak Diberi Listrik


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Nusantara

POLISI menyebut bahwa aksi pelemparan batu ke Gereja Sidang Jemaat Kristus di Samarinda, Kalimantan Timur tak berkaitan dengan isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Hal itu dikatakan Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena, Jumat (9/7).

Menurutnya, motif tersebut tak tergambar dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan polisi usai menangkap dua terduga pelaku.

"Tidak ada kaitan dengan isu SARA, tapi sakit hati," ucap Andika, Jumat (9/7).

Andika menuturkan bahwa alasan salah seorang terduga pelaku melakukan pelemparan karena merasa kecewa tak diberikan izin menggunakan listrik gereja untuk keperluan berjualan.

Pasalnya, salah satu pelempar batu itu merupakan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitaran gereja. Dirinya membuka usaha minuman dingin dan memerlukan pemakaian listrik.

Baca juga: Ratusan Awak Bus di Banda Aceh Disuntik Vaksin Covid-19

"Minta disambungkan listrik gereja, kemudian yang bersangkutan juga membayar. Cuma kemudian dari gereja ada pertimbangan-pertimbangan sehingga tak diberikan," paparnya.

Hal itulah yang membuat dirinya sakit hati sehingga dirinya melempar gereja dengan batu. Tanpa tedeng aling-aling, ia mengajak salah seorang kerabatnya untuk melakukan aksi tersebut bersama.

Namun hingga saat ini belum diketahui secara rinci mengenai momen yang menyulut aksi tersebut dapat dilakukan.

"Sedang kami dalami dulu ya. Kami periksa dulu semuanya," pungkasnya.

Gereja Sidang Jemaat Kristus di Samarinda, Kalimantan Timur dilempari batu oleh oknum tak dikenal lada Kamis (8/7) dini hari sekitar pukul 03.30 WITA.

Akibatnya, sejumlah fasilitas gereja mengalami kerusakan.

Berdasarkan rekaman CCTV, diduga pelaku berjumlah dua orang. Dari rekaman itu, terlihat dua pelaku terlihat membawa batu-batuan sebesar genggaman orang dewasa dan langsung melempari bagian depan gereja. (OL-4)

BERITA TERKAIT