09 July 2021, 13:20 WIB

Ketersediaan Oksigen Kembali Mengkhawatirkan, Wali Kota Gibran Sarankan Saling Tukar Antarrumah Sakit


Widjajadi | Nusantara

SEJUMLAH rumah sakit di Surakarta, Jawa Tengah, kembali mengalami darurat oksigen. Stok yang mereka miliki menipis dan akan habis dalam hitungan jam.

Rumah sakit-rumah sakit itu butuh pasokan cepat untuk perawatan pasien covid-19 . Situasi darurat itu disampaikan oleh CEO Palang Merah Indonesia (PMI) Surakarta Sumartono Hadinoto. Ia mengunggah video, Jumat (9/7), berisi keluhan rumah sakit yang nyaris kehabisan stok oksigen. Beberapa di antaranya juga hanya menyisakan ketersediaan untuk beberapa jam. Untuk itu, ia menyatakan membutuhkan uluran tangan siapa pun untuk bisa mendatangkan oksigen ke rumah sakit.

"Teman teman mohon bantuannya. Pagi ini baru saja saya menerima telepon dari beberapa dokter di rumah sakit di Solo. Beberapa rumah sakit stok oksigennya sangat mengkhawatirkan," ucap Sumartono.

Ada yang tinggal beberapa jam akan habis. Mereka sejak Kamis malam  sudah memghubungi dan memesan kepada sejumlah pemasok oksigen, namun sampai Jumat (9/7) yang dibutuhkan belum juga datang.

Karena itu, lanjut Sumartono, ia mengajak dan berharap uluran bantuan dari siapa pun yang bisa mendatangkan oksigen. "Sekali lagi kalau teman teman mempunyai jaringan, mohon bantuannya," ujarnya.

Mendengar kabar itu, Wali Kota Gibran Rakabuming berupaya bergerak cepat mencarikan solusi untuk mengatasi darurat oksigen yang terjadi di Solo. Di antaranya ia meminta rumah sakit yang masih cukup ketersediaan oksigen dapat meminjamkan oksigen kepada rumah sakit yang stoknya mengkhawatirkan.

"Yang RS Hermina, pasokannya sudah sampai tadi pagi. Saya sedang melacak rumah sakit lainnya untuk bisa saling tukar oksigen antarrumah sakit," jelasnya.

Beberapa hari sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Siti Wahyuningsih mengatakan, ketika mendengar keluhan rumah sakit kesulitan oksigen, dia langsung menelepon Kementerian Kesehatan. Hasilnya, oksigen didatangkan dari Jawa Timur. Kini, ketersediaan oksigen kembali mengkhawatirkan. (N-2)

 

 

BERITA TERKAIT