07 July 2021, 18:00 WIB

Covid-19 Terus Melonjak, Pemko Padang Siapkan Tempat Karantina Baru


Yose Hendra | Nusantara

PEMERINTAH Kota Padang, Sumatra Barat, menyiapkan tempat karantina baru covid-19 setelah lonjakan kasus akhir-akhir ini. Salah satunya Asrama Haji Tabing.

Sejak beberapa hari terakhir ini, kasus covid-19 di Kota Padang, Sumatra Barat, terus naik. Kondisi ini mengakibatkan tempat karantina rumah nelayan di Kecamatan Koto Tangah hampir penuh.

"Ya, jika rumah nelayan penuh, kami akan mengupayakan lokasi-lokasi lain seperti asrama haji dan balai-balai yang ada di provinsi," kata Wali Kota Padang Hendri Septa, kemarin.

Dia menyebutkan, pemerintah pusat sudah memperbolehkan asrama haji untuk  digunakan sebagai tempat karantina pasien covid-19. "Sebagai tindak lanjut, nanti kami berkoordinasi dengan pihak pengelola asrama haji terkait rencana pemakaian untuk tempat karantina," ujar Hendri Septa.

Namun sementara ini, Pemko Padang masih dibantu oleh provinsi dalam menyiapkan lokasi atau tempat karantina pasien covid-19. Hendri Septa menambahkan, Pemko Padang terus berupaya menekan angka penularan covid-19 agar tidak melonjak naik.

"Saat ini kami sedang berada di zona oranye, karena itu kami harus berhati-hati agar tidak masuk ke zona merah. Maka dari itu, saya mengimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Jika bersama-sama komit dengan prokes ini, kami optimistis bisa menekan angka penularan covid-19," jelas Hendri Septa.

Angka positif covid-19 di Sumatra Barat (Sumbar) terus melonjak. Rabu (7/7), 716 orang teridentifikasi positif covid-19 dari 2.981 sampel swab yang diperiksa dua labor di Sumbar. Angka ini menjadi rekor harian kasus covid-19 di Sumbar.

"Data sementara dari dr Andani, hari ini Rabu 7 Juli 2021, warga sumbar terkonfirmasi positif terinfeksi covid-19 sebanyak 716 orang dari sampel terperiksa sebanyak 2.981 atau positivity rate 29,63 %," beber Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal. Temuan kasus positif dari sampel yang terperiksa (positivity rate) hari ini mencapai 29,63%.

 

Standar WHO hanya 5%. "Ini merupakan hasil pemeriksaan sampel spesimen kemaren (6 Juli 2021) yang hasilnya keluar hari ini." (OL-14)

BERITA TERKAIT