06 July 2021, 22:45 WIB

Kedapatan Tak Taat Prokes saat PPKM, Petugas Hajar Warga di Sikka


Gabriel Langga | Nusantara

NOVAYANTI Alfrida Piterson warga lingkar luar, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur harus meneteskan air mata melihat sang suami yang terbaring di UGD Rumah Sakit TC. dr. Hillers Maumere.

Pasalnya suaminya yang diketahui bernama Emanuel Manda harus kena hajar dari aparat gabungan Satgas Covid-19 yang terdiri dari TNI dan Polri serta anggota Satpol PP Sikka dalam operasi yustisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Selasa (6/7) malam. Akibatnya, pelipis wajah sang suami mengalami luka robek yang serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Kepada mediaindonesia.com, Nova pun menceritakan kejadian ini berawal, ia bersama suaminya baru pulang dari Kewapante dan melihat pintu kios miliknya masih terbuka. Kemudian, ia masuk kedalam kios dan meminta suaminya untuk menutup pintu kios.

Tidak lama kemudian, kata dia, para petugas gabungan Satgas Covid-19 sudah berada di depan pintu kios dan menegurnya.

"Saya sempat bilang kepada petugas Satgas Covid-19 mohon maaf pak kami terlambat tutup kios karena kami baru pulang dari Kewapante. Kemudian petugas tanya kepada suami saya kenapa tidak pakai masker. Suami saya langsung bilang pak saya ini baru tiba di kios dan masker saya sudah gantung di dalam kios karena saya mau menutup kios. Tetapi petugas tidak terima jawaban suami saya. Tetapi saya coba jelaskan lagi akan tetapi petugas tidak terima" ujar sang istri sambil menangis.

Akibatnya kata dia, suaminya ditarik oleh petugas ke mobil patroli dan mereka langsung memukuli suaminya. "Para petugas ini tarik kerah baju suami
saya. Saya coba leraikan dan minta maaf akan tetapi petugas lainnya langsung lempar saya kesamping. Dan suaminya langsung dipukul  dan dibuang di atas mobil patroli oleh petugas gabungan Satgas Covid-19 ini," tandas dia.

Disampaikan dia, akibat pemukulan yang dilakukan oleh petugas, pelipis suaminya  terluka hingga dilarikan ke rumah sakit. "Banyak petugas yang
pukul suami saya. Saya minta maaf berulang kali tetapi tetap juga mereka pukul suami saya," papar dia

Dikatakan dia, ia menghargai kerja petugas gabungan Satgas Covid-19 dalam menjalankan tugasnya tetapi tidak seharusnya dengan tindakan kekerasan sampai suaminya harus dilarikan ke rumah sakit.

"Saya hargai tugas mereka. Tetapi saya sudah minta maaf, kok tetap saja mereka melakukan tindakan kekerasan terhadap suami saya. Ko petugas sangat arogan sekali. Ini yang saya tidak terima sampai-sampai pelipis suami robek besar," ujar dia.

Terkait ini, Kepala Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang Da Cunha saat dikonfirmasi menjelaskan petugas sudah memberikan teguran karena tidak memakai masker. Namun, kelihatan yang bersangkutan tidak mau menerima.

"Saya juga tidak tahu tiba-tiba yang bersangkutan kena pukul dari petugas. Kemungkinan yang bersangkutan melawan karena tidak mau terima teguran dari petugas. Jadi anggota emosi dan pukul yang bersangkutan," jawab Buang. (OL-13)

Baca Juga: Abaikan Prokes, Orang Asing Berebut Vaksin di DPRD Bali

BERITA TERKAIT