06 July 2021, 17:31 WIB

PGI Ajak Warga Gereja Cerdas Bermedia Sosial


Apul Iskandar | Nusantara

PERSEKUTUAN Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) meminta dan memohon kepada warga gereja untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang menggunakan informasi tidak otentik untuk kepentingan tertentu serta mengajak warga gereja agar cerdas bermedia sosial.

Akhir-akhir ini media sosial diramaikan dengan informasi kasus pembakaran sebuah gedung gereja milik Jemaat Gereja Toraja Mamasa (GTM) Jemaat Batang Uru Timur, Mamasa, Sulawesi Barat, pada 26 Juni.

PGI menyayangkan banyak pengguna media sosial yang kemudian meyakini bahwa kejadian tersebut adalah bagian dari masalah intoleransi.

"Untuk itu PGI mengajak warga gereja agar cerdas bermedia sosial," kata Humas PGI Philip Situmorang dalam keterangan tertulisnya kepada Media Indonesia, Selasa (6/7).

Terlebih setelah beberapa aktivis media sosial yang menggiring isu tersebut sebagai masalah intoleransi dan PGI serta lembaga-lembaga peduli Hak Asasi Manusia dianggap tidak bersuara atas ketidakadilan dimaksud.

"Sejak informasi kejadian pembakaran ini diterima oleh PGI, kami telah mencari informasi mengenai fakta sesungguhnya. Sebagaimana yang diberitakan oleh beberapa media daring dan informasi di lapangan. Bahwa pembakaran gereja ini dilakukan oleh warga gereja itu sendiri
yang memiliki gangguan kejiwaan," ungkapnya.

Philip menjelaskan pihak kepolisian setempat juga telah memproses kasus tersebut sesuai prosedur yang berlaku, tanpa menemukan bukti-bukti yang menunjuk pada keterlibatan pihak lain dan bermotif intoleransi. Pimpinan GTM juga turut membenarkan informasi
yang diperoleh PGI tersebut.

Oleh karenanya secara khusus kami memohon kepada warga gereja untuk:

1.Tidak mudah terprovokasi pihak pihak yang menggunakan informasi tidak otentik untuk kepentingan tertentu. PGI beserta mitra-mitra strategisnya tidak berkurang
komitmen untuk berpihak pada keadilan dan perdamaian serta mewujudkan keutuhan ciptaan-Nya di rumah bersama ini. Karena demikianlah yang diamanatkan
oleh gereja-gereja anggota PGI (91 sinode) dalam setiap persidangannya.

2. Bersama-sama turut meningkatkan literasi cerdas bermedia sosial dalam
masyarakat kita, serta membangun budaya kritis-prinsipil, konstruktif-realitis sebagai warga bangsa dan gereja.

3. Terus mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun (Roma 14:19) sebagai anggota tubuh Kristus. (AP/OL-10)

BERITA TERKAIT