05 July 2021, 08:59 WIB

Tercatat 52 Lava Pijar Merapi Meluncur hingga 1,8 km


Agus Utantoro |

GUNUNG Merapi di perbatasan Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupate Klaten, Minggu (4/7) pukul 18.00 WIB hingga Senin (5/7) 2021) pukul 06.00 WIB mengeluarkan 52 kali lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter dari puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Alzwar Nurmanaji menjelaskan, guguran lava pijar tersebut 36 kali mengarah ke barat daya.Yang mengarah ke barat daya, jarak luncur maksimal 1.800 meter dari puncak.

"Sedangkan yang mengarah ke tenggara, tercatat sebanyak 16 kali dan jarak luncur maksimal 1.500 meter," ungkap Alzwar dalam laporannya, Senin (5/7).

Sedangkan awan panas guguran, imbuhnya tercatat sebanyak tiga kali dengan jarak luncur maksimal 1.300 meter dari puncak mengarah ke tenggara dan barat daya. "Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 100 m di atas puncak kawah," katanya.

Sedangkan aktivitas vulkanik lainnya berupa kegempaan, tercatat sebanyak 161 kli dengan amplitudo yang berkisar antara 3 milimeter hingga 38 milimeter dan durasi maksimal 127 detik, kegempaan awan panas guguran terjadi sebayak 3 kali dengan amplitudo maksimal 55 milimeter dan durasi maksimal 97 detik, kegempaan hembusan sebanyak 12 kali, kegempaan fase banyak atau hybrid 19 kali, low frequency 1 kali serta vulkanik dangkal 2 kali.

"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah Sungai Woro dan sejauh 5 kilometer ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak," katanya.

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. (OL-13)

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Klaten Belum Surut

 

BERITA TERKAIT