03 July 2021, 14:13 WIB

Jembatan Teluk Kendari, Ikon Baru Sultra dan Medium Pemerataan Ekonomi


M. Taufan SP Bustan | Nusantara

JEMBATAN Teluk Kendari menjadi ikon baru sekaligus melancarkan ekonomi karena memudahkan akses warga yang dipisahkan oleh Teluk Kendari. 

Selama ini, masyarakat harus menyeberangi Teluk Kendari menggunakan perahu atau memutari teluk sejauh 20 kilometer dengan waktu tempuh 30-35 menit, namun dengan kehadiran jembatan itu memangkas waktu mobilitas menjadi hanya 5 menit.

“Sekarang sudah tidak lama lagi kalau kita dari Kota Lama ke Poasia begitu pun sebaliknya. Kehadiran jembatan itu memang sudah lama dinantikan warga,” kata salah satu warga Kendari Muhammad Rifki saat ditemui Media Indonesia di sekitar Jembatan Teluk Kendari, Jumat (2/7). 

Menurutnya, selama ini warga Poasia yang berada di sebelah timur teluk harus menempuh jarak yang lumayan jauh jika ingin berdagang ke wilayah Kota Tua yang berada di sebelah barat teluk. Tidak hanya itu, karena jarak yang jauh, mereka harus merogoh kocek yang dalam untuk membeli bahan bakar kendaraan. 

Namun, berkat kehadiran jembatan tersebut, semuanya langsung berubah. Ekonomi mereka pun ikut stabil. 

“Dulu kalau harus mutari teluk isi bensin Rp30 ribu, sekarang cukup isi bensin Rp10 ribu kita sudan sampai ke Kota Lama kalau dari Poasia. Selain itu, jarak tempuh kurang lebih 5 menit saja,” imbuh Rifki. 

Warga lainnya, Syamsul Ma’arif mengatakan, setelah diresmikan Presiden Joko Widodo tahun lalu, Jembatan Teluk Kendari langsug menjadi ikon baru Kendari.

Tidak heran, lanjutnya, banyak orang dalam dan luar Sultra ketika datang ke Kendari langsung menyempatkan diri berfoto dengan latar belakang jembatan. 

Baca juga : Pendekatan Damai dan Pembangunan di Papua Perlu Dilanjutkan

“Jembatan itu sangat bermanfaat bagi orang banyak,” tutupnya. 

Sebelumnya, Pemerintah Kota Kendari mengklaim Jembatan Teluk Kendari untuk menghadirkan keadilan.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, sebelum adanya jembatan yang menghubungkan kawasan Kota Lama-Poasia, masyarakat ke dua wilayah ini belum sepenuhnya merasa mendapatkan perhatian.

“Sehingga dengan hadirnya jembatan tersebut dapat menghadirkan rasa adil kepada seluruh masyarakat,” sebutnya. 

Kata Sulkarnain, selian mempercepat waktu tempuh masyarakat dari Kota Lama-Poasia, hadirnya jembatan yang disinyalir terpanjang ke-3 di Indonesia turut memudahkan kelancaran fasilitas ekonomi.

"Harapan kita dengan jembatan itu memperlancar semuanya," tandasnya. 

Jembatan Teluk Kendari diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2020  

Pembangunan jembatan Kendari dimulai sejak 2015-2020, dengan panjang mencapai 1.349 meter dan lebar 20 meter, serta dibangun dengan biaya mencapai Rp804 miliar. (OL-7) 

BERITA TERKAIT