01 July 2021, 12:30 WIB

Menperin Senang dengan Keberadaan Pabrik Daur Ulang


Mediaindonesia.com | Nusantara

MASALAH sampah plastik memang masih menjadi pekerjaan rumah di banyak negara di dunia, terutama di negara berkembang. Sebab meski diperlukan, dampak dari sampah plastik bagi lingkungan sangat merugikan.

Itu sebabnya, Menteri Perindustrian Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku sangat mendukung pembangunan pabrik daur ulang di Tanah Air. Hal itu dikatakan Agus dalam sambutan tertulisnya asat meresmikan Peresmian Pabrik Daur Ulang PET (Polyethylene Terephtalate) PT Veolia Services Indonesia yang berlokasi Kawasan Industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur dengan total investasi Rp600miliar.

Baca juga: Berkolaborasi Ajak Generasi Milenial Kurangi Sampah Plastik

"Amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian melalui Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035 menyebutkan
bahwa visi dari rencana tersebut adalah 'Indonesia akan menjadi Negara Industri tangguh yang bercirikan strukur industri nasional yang  kuat, sehat dan berkeadilan, industri yang berdaya saing tinggi di tingkat global, dan industri yang berbasis inovasi dan teknologi’. Diharapkan, dengan adanya investasi baru ini, akan turut serta mensukseskan pencapaian dari visi Industri Indonesia," ujarnya.

Menurut Agus, di tengah kondisi perekonomian yang belum stabil dan ditambah dengan adanya pandemi covid-19, sektor industri pengolahan non-migas secara kumulatif mengalami penurunan sebesar 0,71%, jika dibandingkan pada semester I tahun 2020. Pertumbuhan ekonomi nasional juga mengalami penurunan sebesar 0,74% pada semester I Tahun 2021. Sementara utilisasi industri pengolahan
nonmigas pada bulan Maret 2021 mulai meningkat kembali menjadi 61,3%.

Walaupun demikian, secara kumulatif sepanjang periode Januari–Maret kinerja realisasi invesatasi indonesia masih cukup tinggi dengan nilai investasi mencapai Rp219,7 trilliun, yang terdiri dari invesasi dalam negeri (PMDN) sebesar Rp. 108 trilliun dan Investasi PMA sebesar Rp. 111,7 trilliun dan menyerap sekitar 311.793 tenaga kerja.

"Hal ini menandakan bahwa di tengah pandemi covid-19, Indonesia masih memiliki daya tarik bagi investasi dengan besarnya pasar yang dimiliki, sumber daya yang melimpah, pertumbuhan ekonomi serta adanya dukungan regulasi dari pemerintah. Investasi juga merupakan salah satu motor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta sekaligus akan menyerap tenaga kerja di sektor industri."

"Selain itu, nilai Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Mei 2021 menempati posisi 55,3 sesuai dengan yang dirilis oleh IHS Markit. Angka PMI pada Mei 2021 mencatatkan capaian tertinggi selama periode 6 tahun terakhir yang menunjukkan bahwa industri manufaktur berada dalam level expansif," urainy.

Dalam hal mendukung industri melakukan transformasi kearah pembangunan berkelanjutan, lanjut dia, Kemenperin berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan industri melalui konsep industri  hijau dengan prinsip penggunaan sumber daya yang efisien, ramah lingkungan, dapat diguna ulang dan berkelanjutan serta memanfaatkan sampah sebagai energi alternatif.

"Permasalahan sampah di Indonesia sampai saat ini terus berkembang dan merupakan sebuah permasalahan yang membutuhkan solusi segera untuk diatasi secara bersama-sama. Salah satu pendekatan pengelolaan sampah nasional adalah pendekatan circular economy dengan konsep yang didasarkan pada prinsip pemanfaatan kembali untuk memaksimalkan nilai ekonomi dari barang-barang sisa
konsumsi."

"Dengan penerapan circular economy, sumber daya yang tersedia akan terus termanfaatkan melalui penggunaan material yang terus berputar dalam suatu lingkaran ekonomi sehingga dapat digunakan secara terus-menerus. Salah satu wujud penerapan circular economy terhadap pengolahan sampah adalah dalam bentuk bisnis daur ulang.

"Rantai industri daur ulang plastik merupakan circular economy yang banyak menjadi sorotan. Sektor industri ini mengolah sisa-sisa kemasan sekali pakai dan barang-barang plastik lainnya menjadi produk bernilai tambah, mulai dari resin daur ulang hingga produkproduk jadi seperti barang-barang dari plastik, tekstil, dan palet," paparnya.

Sektor industri daur ulang plastik nasional menurutnya akan terus bertumbuh seiring meningkatnya konsumsi plastik dalam negeri, serta makin terbukanya pasar ekspor setelah China menutup sektor industri tersebut sejak 2017.

Ada  50% idle capacity industri daur ulang plastik yang dapat dioptimalkan dengan penerapan circular economy, sehingga sampah plastik dapat diolah menjadi komoditi yang dapat digunakan kembali sebagai sumber daya bernilai ekonomi termasuk untuk kemasan botol plastik PET. Kementerian Perindustrian juga terus mendorong implementasi sirkular ekonomi melalui penerapan Pedoman Tata Cara Produksi PET daur ulang untuk kemasan pangan, Standar Nasional untuk resin PET Daur Ulang, melakukan inisiatif untuk menerapkan regulasi Tingkat Komponen Daur Ulang pada barang jadi plastik untuk dimanfaatkan dalam pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah dan memberikan insentif pengurangan PPn bagi industri daur ulang plastik. Upaya  tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya konsep ekonomi sirkular pada produk plastik.

"Karena itu kami mengapresiasi PT Veoila Services Indonesia serta Danone-AQUA atas keberhasilannya membangun pabrik daur ulang PET. Semoga pabrik ini mampu menghasilkan produk yang berinovasi tinggi, sekaligus meningkatkan pertumubuhan industri plastik nasional khusunya industri daur ulang plastik, dan juga dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi perekonomian nasional," ujarnya. (RO/A-1)

 

BERITA TERKAIT