30 June 2021, 21:47 WIB

Tragedi KMP Yunicee Tewaskan 7 orang, Begini Kronologinya


Insi Nantika Jelita | Nusantara

DIREKTORAT Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengonfirmasi tujuh orang meninggal dunia akibat insiden tenggelamnya KMP. Yunicee milik PT. Surya Timur Line di Selatan Perairan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada Selasa (29/6) malam pukul 19.12 WITA. 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyampaikan kronologi kecelakaan kapal tersebut. KMP. Yunicee dikatakan berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Gilimanuk pada pukul 18.29 WITA pada (29/6). 

“Hari Selasa kemarin, kapal KMP. Yunicee dilaporkan terbawa arus ke arah Selatan Pelabuhan Gilimanuk, kemudian posisi kapal miring dan langsung tenggelam. Kami berduka atas musibah yang terjadi," ucap Budi dalam keterangan resmi, Rabu (30/6).

Kapal penumpang yang berukuran panjang 56,5 meter dan lebar 8,6 meter tersebut mengangkut muatan yakni sepeda motor 3 unit, kendaraan pribadi 2 unit, truk sedang 18 unit, pick up 17 unit, dengan jumlah penumpang 41 orang dan Anak Buah Kapal (ABK) 16 orang.

Dari data yang diperoleh, selain korban meninggal dunia sebanyak 7 orang, telah ditemukan korban selamat dengan jumlah total sebanyak 39 orang. 

“Dari hasil evakuasi sampai dengan sore hari ini dilaporkan bahwa sebanyak 36 orang selamat dibawa ke Ketapang dan 3 korban selamat dibawa ke Gilimanuk. Berdasarkan data posko di Gilimanuk masih terdapat 11 orang dalam pencarian,” urai Dirjen Budi. 

Baca juga : Bali Tolak PPKM Darurat, Pakar Virus Minta Lockdown

Pernyataan ini sekaligus meralat informasi pada hari sebelumnya bahwa dilaporkan sebanyak 44 orang selamat.

Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar Polisi, I Ketut Gede Adi Wibawa juga menambahkan kronologi insiden tersebut. 

"Menurut informasi yang diterima, sebelum KMP. Yunicee tenggelam, kapal terhempas oleh ombak di lambung kapal sebelah kanan dan miring 5 derajat, tuturnya. 

"Kemudian kapal stabil kembali dan miring lagi sekitar 10 derajat. Sampai saat ini kami terus berkoordinasi dengan Polda terkait pencarian orang,” tambah Ketut.

Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada menuturkan bahwa pihaknya bersama dengan seluruh tim gabungan akan melakukan pencarian korban selama 7 hari sejak terjadinya kecelakaan. 

Tim gabungan yang dimaksud berjumlah 150 personil, terdiri dari Polda Bali, Polres Jembrana, Polairud Polres Jembrana, Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Basarnas Kabupaten Jembrana dan lainnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT