30 June 2021, 15:53 WIB

16 Warga Terpapar Covid-19, RT di Kota Tegal Lockdown Mikro


Supardji Rasban | Nusantara

KELURAHAN Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, terpaksa memberlakukan lockdown mikro di wilayah RT 9/ RW 12. Kebijakan tersebut diambil sesuai arahan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyusul adanya 16 warga di lingkungan tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.
     
Hal itu disampaikan Lurah Panggung, Amin Suseno, Rabu (30/6/2021). Amin menyebut dari 16 warga positif Covid-19, 13 di antaranya menjalani isolasi mandiri di rumah. "Kemudian 2 orang dirawat di RSUD Kardinah, dan 1 orang dirawat di RSUI Harapan Anda. Teknis lockdown mikro dilaksanakan apabila dalam 1 RT ada lebih dari 5 rumah," ujar Amin.
      
Amin menuturkan, sebelum memberlakukan lockdown mikro sudah disosialisasikan atau ada pemberitahuan akan ada penyemprotan desinfektan. Kemudian ditutup semua akses jalan memakai water barrier.
     
"Hanya ada satu akses jalan keluar masuk dan dijaga oleh BKO dari TNI/Polri dan gotong royong warga saat jam malam," ucap Amin.
      
Amin menerangkan, jumlah penduduk RT/ 9 RW/ 12 Panggung ada 284 orang. Laki-laki dan perempuan dewasa 169 orang, balita  17, bayi  2, dan remaja dan anak- anak 100.
     
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyarankan untuk memaksimalkan peran posko Kelurahan Panggung maupun posko Kecamatan Tegal Timur untuk menerapkan agenda kegiatan sesuai regulasi yang ada.
      
"Regulasinya berupa Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 14 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Disease 2019 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran virus korona. 
     
Menurut Dedy, saat ini Kota Tegal masih dalam zona oranye. Namun wilayah Kota Tegal terletak di tengah-tengah kabupaten zona merah yang secara epidemilogis sangat besar risiko pengaruhnya untuk menjadi zona merah.
     
"Saya selaku wali kota sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kota Tegal tentu harus mengambil langkah antisipatif guna kembali menekan angka kesakitan, penularan, kematian akibat penyakit ini," tegas Dedy. (JI/OL-10)

BERITA TERKAIT