29 June 2021, 09:50 WIB

25 Daerah di Jateng Zona Merah dan 7.000 RT/RW di Lockdown


Akhmad Safuan |

SEBANYAK 25 dari 35 daerah yang ada di Jawa Tengah merupakan zona merah covid dan 7.000 lingkungan rukun tetangga (RT) dilokckdown atau terapkan PPKM mikro untuk menekan penyebaran virus korona.

Pemantauan Media Indonesia, Selasa (29/6), di Kabupaten Pati misalnya, terlihat lingkungan yang ditutup total (lockdown) karena ada warga yang terpapar covid-19, sehingga warga dari luar wilayah dilarang masuk selain
berkepentingan untuk penanganan masalah korona.

Sedangkan warga lingkungan sendiri tidak bisa leluasa keluar masuk jalan atau gang selain untuk kepentingan mendesak, seperti bekerja dan itupun harus memenuhi syarat benar-benar sehat dan bebas dari covid-19.

"Di setiap gang atau jalan masuk lingkungan dijaga Satgas Covid dan petugas dari TNI dan polisi," ujar Bupati Pati Haryanto.

Sementara itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah kasus covid-19 sedikit mulai mereda dibandingkan sebelumnya, meski jumlah warga terkonfirmasi virus korona masih cukup tinggi dibandingkan pekan lalu yakni mencapai 21.071 orang hingga saat ini masih dirawat dan jalani isolasi baik berpusat maupun mandiri.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan perkembangan covid-19 sudah memasuki kondisi mengkhawatirkan dan berbahaya, sehingga perlu dilakukan
langkah penanganan cepat dan kesadaran bersama untuk mengantisipasi penyebaran lebih luas, sehingga berbagai program dilaksanakan.

"Saat ini terdapat 25 dari 35 daerah bersetatus zona merah, karena kasus covid-19 terjadi di daerah itu cukup besar dan merata," kata Ganjar Pranowo.

Daerah di Jawa Tengah masuk dalam zona merah, yakni Grobogan, Demak, Jepara, Kota Semarang, Pati, Pemalang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Sragen, Kebumen, Rembang, Wonogiri, Brebes, Kendal, Batang, Kabupaten Semarang, Karanganyar, Purworejo, Kudus, Blora, Banjarnegara, Cilacap, Kabupaten Tegal, Sukoharjo dan Kabupaten Magelang.

Selain daerah zona merah itu, lanjut Ganjar Pranowo, juga diperintahkan kepada 7.000 lingkungan atau RT di beberapa daerah melakukan lockdown/PPKM skala mikro, karena banyak warga di lingkungan tersebut terpapar covid-19, hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyebaran lebih luas.

Jumlah lingkungan masuk zona merah dan di lockdown, ungkap Ganjar, naik cukup besar dari sebelumnya, sehingga diharapkan langkah lockdown mikro ini akan dapat menekan perkembangan virus korona. "Kemarin masih 5.700 lingkungan merah, sekarang naik menjadi 7.000 lingkungan kita lockdown," imbuhnya.

Dalam menjaga lingkungan yang masih di-lockdown, Gubernur Ganjar mengatakan selain melibatkan warga, relawan, Satgas Covid juga anggota TNI dan Polri yang terus akan melakukan patroli. (OL-13)

Baca Juga: Di DKI, 3,5 Juta Kelompok Usia 18-59 Sudah Terima Vaksin Dosis Pertama

BERITA TERKAIT