29 June 2021, 09:05 WIB

Klaster Pesta Picu Kasus Covid Naik Drastis di Sikka


Gabriel Langga | Nusantara

SEJAK Mei 2021, kasus Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur mengalami penurunan sangat drastis. Akibatnya sejumlah ruangan isolasi yang disiapkan oleh pemerintah banyak yang kosong alias tidak terisi oleh pasien Covid-19.

Namun, memasuki Juni 2021, kasus Covid-19 mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini dikarenakan hampir semua warga di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka menggelar pesta pernikahan dan pesta sambut baru yang melibatkan kerumunan sehingga terjadi penularan.

Justru yang paling banyak dalam satu pekan terakhir itu maraknya pesta sambut baru hingga saat ini juga masih ada warga yang menggelar pesta sambut baru di masa pandemi ini.

Akibat maraknya pesta dalam sepekan ini, timbul kasus positif Covid-19 sebanyak 262 orang yang saat ini menjalani isolasi di rumah sakit, karantina terpusat dan karantina mandiri. Termasuk tenaga medis ikut terpapar Covid-19 yang saat ini juga sedang jalani perawatan medis.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka bidang kesehatan dr.Clara Francis menjelaskan lonjakan kasus ini berawal kita temukan dari pelaku perjalanan yang mau melakukan perjalanan hingga mereka melakukan rapid test antigen. Dari hasil rapid test hasilnya positif Covid-19.

Selanjutnya, ditelusuri dan ditemukan ternyata mereka yang kontak erat ini pernah mengikuti pesta baik pesta pernikahan maupun sambut baru.

"Para pasien positif ini yang dirawat ini sebelumnya pernah ikut pesta. Bayangkan saja, dari pesta itu, semua tamu undangan termasuk salah satu pengantin positif semua. Jadi kita bisa katakan lonjakan kasus covid-19 akibat maraknya pesta digelar di Kabupaten Sikka. Ini bisa disebut klaster pesta ," tandas dia, Selasa (29/6).

Disampaikan Clara bahwa mereka yang pernah ikut pesta itu kemudian masuk ke kantor dan menular di kantornya hingga muncul lagi klaster perkantoran."Jadi pelaksanaan pesta yang terjadi sepekan ini picu kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Sikka," jelas dia.

Klaster pesta, jelas dia, merembet jadi klaster perkantoran akibatnya cukup fatal. Terjadi lonjakan kasus covid-19 sebanyak 262 orang termasuk tenaga kesehatan (nakes).

Untuk nakes, kata dia, ada 28 orang yang terpapar Covid-19 tersebar di RSUD Maumere dan beberapa puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Sikka. Semua nakes yang terpapar ini sudah menerima vaksin Covid-19. Dari 28 nakes ini, ada satu orang nakes merupakan tenaga vaksinator yakni di Puskesmas Tanarawa.

"Kalau kita semua tidak disiplin melaksanakan protokol kesehatan, sangat mungkin tenaga kesehatan punya resiko lebih besar tertular dan kemudian tenaga kesehatan nya kena, bisa dibayangkan, pasti pelayanan kesehatan akan kolaps," ungkap dia

Ia pun menyampaikan penularan virus Covid-19 di Kabupaten Sikka saat ini juga kian meluas. Dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka tinggal dua kecamatan yang masih berstatus zona hijau.

"Dua kecamatan yang berstatus zona hijau yakni Kecamatan Mapitara dan Kecamatan Tanawawo. Sementara kecamatan yang lain sudah terkonfirmasi virus covid-19 dan sedang dirawat," ungkap dia.

Semua ruangan isolasi RSUD TC.Hillers Maumere dan ruangan karantina terpusat, jelas dr.Clara, saat ini sudah penuh terisi oleh pasien Covid-19. Untuk itu, pihaknya sedang menyiapkan tiga rumah sakit milik pemerintah dan dua rumah sakit swasta untuk menampung pasien covid-19 jika terjadi lonjakan kasus.

Selain itu, kata dia saat ini juga Satgas Covid-19 akan melakukan penindakan setiap warga yang menggelar pesta meski sudah dilarang oleh pemerintah sebagai upaya mencegah terjadi lonjakan kasus yang makin tinggi di Kabupaten Sikka.

"Sosialisasi sudah cukup mau masuk dua tahun ini tentang protokol kesehatan. Jadi sekarang kita langsung tindak tegas kepada warga yang bandel terhadap protokol kesehatan," tegas dia

Untuk saat ini jelas dr.Clara jumlah keseluruhan kasus Covid-19 di Kabupaten Sikka terdapat 1.415 orang terkonfirmasi. Dimana ada 262 pasien covid-19 masih dirawat. Sembuh 1.138 dan meninggal akibat covid-19 sudah 15 orang.

"Saya minta semua elemen masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan. Kita akan tindak tegas yang bandel-bandel terhadap protokol kesehatan. Jika tenaga kesehatan saja terpapar covid-19 maka tidak akan ada yang menolong masyarakat dari penyebaran virus corona ini. Jadi tolong jangan bandel terhadap protokol kesehatan," pinta Clara Francis. (OL-13)

Baca Juga: Kunjungan ke Candi Borobudur Ditutup Sementara

BERITA TERKAIT