28 June 2021, 08:25 WIB

Empat Pekerja Anak di bawah Umur Titipan Polda NTT Kabur


Gabriel Langga | Nusantara

EMPAT Pekerja anak dibawah umur yang  terjaring razia beberapa lalu di tempat hiburan malam, yang dititipkan Polda NTT di salah satu lembaga Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRUK) kabur dengan cara memanjat tembok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun mediaindonesia.com, Senin (28/6), empat pekerja anak dibawah umur ini kabur diketahui berinisial M, D, S dan L. Saat petugas sedang beristirahat, mereka berempat memanjat tembok belakang bangunan kamar mandi milik TRUK. Selanjutnya, mereka turun menggunakan sebuah tangga yang sudah dipersiapkan oleh orang luar yang diduga membantu memperlancar aksi kabur tersebut.

Usai turun mereka berempat langsung melarikan diri entah kemana hingga saat ini masih dalam pencarian anggota kepolisian.

Sementara itu, pimpinan TRUK Suster Eustachia membenarkan peristiwa kaburnya  empat pekerja anak di bawah umur yang dititipkan oleh Polda NTT di lembaga yang ia pimpin.

"Iya benar ada empat yang kabur. Mereka kabur tadi. Mereka kabur Minggu dini hari," ujar dia

Ia mengaku tak menyangka bahwa empat pekerja anak di bawah umur yang titipkan oleh Polda NTT ini bisa melarikan diri. Padahal selama ini mereka baik-baik saja.

Disampaikan Eustachia bahwa rencana 17 orang anak ini termasuk mereka yang kabur itu akan diberangkatkan ke Kupang pada Selasa 29 Juni 2021.

Seperti diketahui, Subdit IV Ditreskrimum Polda NTT berhasil merazia beberapa tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten Sikka. Dari empat lokasi yang dirazia, petugas menemukan 17 pekerja yang masih anak di bawah umur. Mereka kemudian dititipkan oleh Polda NTT di lembaga TRUK yang ada di Kabupaten Sikka.  Mereka sudah sekitar sepekan berada di TRUK tersebut. (OL-13)

Baca Juga: Konsumsi Ikan Buntal Empat Warga Sikka Meninggal, 6 Dirawat

 

BERITA TERKAIT