25 June 2021, 01:00 WIB

Pemkab Lembata Tutup Akses Laut hingga 14 Juli


Alexander P. Taum | Nusantara

MENINGKATNYA angka kematian akibat Covid-19 di dua kabupaten tetangga, yakni Kabupaten Lembata dan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mendorong Pemkab Lembata, menutup akses transportasi laut dari dan menuju pulau Lembata. Penutupan berlaku mulai Minggu 27 Juni 2021 hingga 14 Juli 2021.

Demikian Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Tapobali mengumumkan bahwa Bupati Eliazer Yentji Sunur telah menandatangani instruksi tentang pembatasan aktivitas masyarakat, pada 23 Juni 2021

Penutupan moda transportasi laut tersebut dipicu meningkatnya angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Lembata dan juga di Kabupaten Flotim.

Sebelumnya, Pemkab Lembata mengeluarkan 11 poin instruksi pembatasan aktivitas warga. Dalam surat dengan nomor BU.440/1336/PEM/VI/2021, pembatasan kegiatan masyarakat mulai berlaku sejak 23 Juni hingga 14 Juli 2021, guna memperlambat laju penyebaran wabah Covid-19.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Lembata, Eliazer Yentji Sunur, menginstruksikan penutupan akses transportasi dari dan ke Kabupaten Lembata Yang mulai berlaku Minggu 27 Juni 2021, hingga 14 Juli 2021.

Dalam instruksi Bupati dengn nomor BU.550/1347/PEM/VI/2021, Bupati Sunur menyertakan syarat Negatif Rapid Antigen atau Swab test bagi pelaku perjalanan yang masuk ke Lembata.

Dari data Satgas Covid-19 Kabupaten Lembata, Kamis (24/6), disebutkan sebanyak 386 warga Lembata terkonfirmasi Positip covid-19, 91 sedang dirawat atau diisolasi, 283 dinyatakan sembuh dan 12 meninggal dunia.

Sementara data dari satgas Covid-19 Kabupaten Flotim, Kamis (24/6), sebanyak 288 warga setempat terkonfirmasi Covid-19, 261 jalani isolasi mandiri, 408 sembuh dan 18 meninggal dunia akibat wabah Covid-19. (OL-13)

Baca Juga: Jumlah Pemakaman Dengan Protokol Covid-19 Di Wonogiri Melonjak

BERITA TERKAIT