23 June 2021, 23:22 WIB

Percepatan Vaksinasi Terus Digencarkan di Kota Tebing Tinggi


Apul Iskandar | Nusantara

Data Covid-19 di Kota Tebing Tinggi disarankan agar terus diupdate. Termasuk data warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di tingkat RT dan RW.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Binsar Situmorang. Binsar juga bertugas sebagai pendamping Satgas Covid-19 Provinsi Sumatera Utara untuk Kota Tebing Tinggi.

"Data Covid-19 Kota Tebing Tinggi saat ini sudah sesuai. Namun perlu dilakukan penambahan RT/RW (Lingkungan) untuk data orang yang terkonfirmasi positif karena PPKM Mikro ini berfokus pada RT/RW (Lingkungan) di Kelurahan. Dinas Kesehatan juga diminta agar menyiapkan data siapa saja pasien yang dirawat di rumah sakit penanganan Covid-19 Tebing Tinggi yang memang berasal dari Tebing Tinggi dan dari luar Tebing Tinggi," kata Binsar saat kunjungan kerja ke Kota Tebing Tinggi dalam rangka monitoring dan evaluasi penanganan Covid-19 di Kota Tebing Tinggi, Rabu (23/6).

Baca Juga: Peringati HUT ke-104, Pemko Tebing Tinggi Gelar Merdeka Belanja dan Merdeka Bersantap

Terkait vaksinasi, Binsar berharap agar stok yang ada saat ini segera dihabiskan dan untuk selanjutnya diajukan untuk permintaan penambahan vaksin kembali.

"Catatan kami, stok vaksin untuk Tebing Tinggi ada 683 (vial). Yang tersisa dan di akhir bulan Juni harus segera di-NOL-kan atau dilakukan buffer stok beberapa vial lalu kita bisa request kembali ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk penambahan guna persiapan vaksinasi massal yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat," terangnya.

Ia berharap agar vaksinasi segera terealisasi untuk seluruh masyarakat. Untuk itu akan direncanakan vaksinasi massal pada Sabtu (26/6).

"Kita usahakan yang ditargetkan vaksinasi ini harus segera terealisasi dan rencana Sabtu (26/6) akan digelar vaksinasi massal dalam rangka percepatan vaksinasi. Kita ingingkan agar seluruh masyarakat ini tervaksin segera. Dari hasil peninjauan kami di lapangan semuanya berjalan lancar, tidak ada masalah jadi kita optimis kegiatan vaksiniasi kepada seluruh masyarakat Kota Tebing Tinggi dapat dilakukan," tuturnya.

Terkait ketersediaan vaksin, Pemprovsu dan Pemko Tebing Tinggi sudah bekerja dengan maksimal sehingga permintaan vaksin selalu terpenuhi. Ia juga berharap agar Pemko Tebing Tinggi  dapat mensosialisasikan program vaksinasi kepada masyarakat.

"Sampai sejauh ini apa yang dimohonkan oleh Dinkes Kota Tebing Tinggi dapat kita penuhi dan tidak ada masalah. Dan saya harap bagaimana sosialisasi yang dapat dilakukan oleh Pemkot Tebing Tinggi kepada masyarakat kita yang belum kena vaksin agar bersabar karena vaksinasi ini dilakukan secara bertahap dan sampai Desember nanti harus bisa kita kejar dalam penyelesaian vaksinasi," jelasnya.

Terkait penetapan pembelajaran tatap muka, hal tersebut tergantung dari status zonasi wilayah masing-masing. Dan jika statusnya zonasi wilayahnya merah maka pembelajaran tatap muka tidak akan dilakukan.

"Terkait pembelajaran tatap muka, zonasi wilayah yang menentukan apakah dapat dilakukan pembelajaran tatap muka atau tidak, jika zona merah tentu tidak dapat dilakukan tetapi untuk hal ini nanti akan kita kaji lagi." tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi dr. Henny mengatakan sisa vaksin yang tersedia ada sekitar 6 vial di akhir bulan Juni dan sisa tersebut untuk buffer stok. "Saat ini vaksinasi sedang dilakukan di Kecamatan Rambutan untuk lansia, di laboratorium terpadu untuk guru dan Dinkes juga sedang melaksanakan vaksinasi ke-2, jadi berdasarkan data-data yang kita buat, maka kita perkirakan  per tanggal 30 Juni nanti sisa stok vaksin ada sekitar 6 vial lagi inilah untuk buffer stok," jelasnya. (AP/OL-10)

BERITA TERKAIT