23 June 2021, 12:15 WIB

Dukung Pertumbuhan Indonesia Timur, Prudential Latih Kaum Muda


Mediaindonesia.com | Nusantara

UNTUK mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia, khususnya di Papua, PTPrudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dibantu oleh Prestasi Junior Indonesia (PJI) melaksanakan inaugurasi kepada 40 calon pengusaha muda peserta program Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda gelombang kedua pada Rabu (23/6). Di tengah pandemi covid-19 yang melanda sejak tahun lalu, Prudential Indonesia tetap berkomitmen melanjutkan program itu demi menciptakan para pengusaha muda baru Papua yang tangguh dan profesional.

Program Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda merupakan program pelatihan dan pendampingan kewirausahaan bagi kaum muda Papua berusia 18 – 35 tahun. Program itu merupakan bagian dari inisiatif Community Investment Prudential Indonesia, di bawah pilar Pemberdayaan Indonesia Timur, untuk memberdayakan dan menyejahterakan komunitas lokal di Papua. Program itu menerapkan kurikulum internasional yang secara khusus telah disesuaikan untuk masyarakat di Papua. Memasuki gelombang kedua, Program Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda telah dimulai sejak 15 Desember silam dan akan berjalan hingga Juni 2022.

Baca juga: KKP Targetkan Cetak 200 Wirausaha Kelautan dan Perikanan

“Program Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda yang kini memasuki gelombang kedua merupakan wujud komitmen kami untuk membangun ekonomi di wilayah timur Indonesia. Di gelombang pertama, kami berhasil menciptakan 33 pengusaha muda asal Papua yang memiliki komitmen berwirausaha yang luar biasa. Kini mereka telah berhasil mengembangkan usaha lebih jauh lagi dan mengambil peran aktif sebagai pendorong perekonomian lokal dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo.

“Program ini memberikan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan yang dibutuhkan oleh kaum muda Papua untuk memulai dan berhasil menjalankan bisnis mereka sendiri, serta sejalan dengan aspirasi Prudential Indonesia untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia sehingga mereka dapat memperoleh yang terbaik dalam kehidupan,” lanjutnya.

Memasuki gelombang kedua, program Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda telah  menyeleksi 40 calon pengusaha muda lokal yang potensial dari total 282 peserta yang telah mendaftar. Selain program pelatihan dan pendampingan, peserta juga diberi kesempatan untuk memperluas jejaring mereka melalui forum pertemuan dengan pengusaha yang difasilitasi oleh Prudential Indonesia dan PJI. Metode pelatihan secara daring justru memungkinkan para peserta program yang berada di Jayapura untuk dapat menggali ilmu dari para mentor.

“PJI senang dapat kembali menjalankan program Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda di Papua. Pada penyelenggaraan yang kedua ini, kami melihat adanya peningkatan minat dari kaum muda Papua untuk berpartisipasi. Hal itu ditunjukkan dengan adanya bidang usaha baru yang digagas di gelombang keduaini, seperti budi daya sayuran dan ikan, peternakan, dan kursus Bahasa Inggris. Untuk merespons tingginya minat terhadap program ini, kami kembali memberikan kesempatan kepada anak muda Papua yang ada di 5 distrik Kota Jayapura,yaitu Abepura, Heram, Jayapura Utara, Jayapura Selatan, dan Muara Tami, serta memperluas jangkauan wilayah program dengan penambahan 2 distrik baru di Kabpaten Jayapura, yakni Sentani dan Sentani Timur,” ujar  Chairman of the Executive Board Prestasi Junior Indonesia, PribadiSetiyanto.

Baca juga: Kementan Targetkan 4.985 Petani Subang Jadi Wirausahawan ...

Sementara itu, Wali Kota Jayapura, Dr. drs. Benhur Tomi Mano, MM menyampaikan dukungannya atas program itu untuk mendorong sektor wirausaha di Kota Jayapura. “Kami mengapresiasi komitmen Prudential membantu kaum muda di Jayapura dalam mengelola UMKM. Merupakan suatu kebanggan tersendiri melihat para kaum muda Papua dari gelombang pertama kini mulai menggapai kesuksesan dan makin menunjukkan kompetensi sebagai pengusaha. Meningkatnya peserta yang mendaftar, serta semakin beragamnya sektor usaha yang digeluti, menunjukkan bahwa program ini terbukti dapat menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan kaum muda. Ke depan, kami berharap program ini akan terus menghasilkan bibit-bibit baru pengusaha muda lokal sehingga dapat mengembangkan kewirausahaan di Jayapura, secara khusus, dan wilayah Indonesia timur, secara luas.”

Salah satu peserta gelombang pertama, Rosmina Sarareni, merasakan manfaat  setelah mengikuti program ini. Melalui pelatihan dan pendampingan yang dia jalani, Rosmina berhasil meningkatkan kapasitas produksi Abon Ikan Asar Saireri khas Jayapura dengan mendirikan rumah produksi, serta membuka lapangan kerja bagi 10 orang masyarakat setempat dan memasok bahan baku dari 2 nelayan lokal. Lulusan program gelombang pertama lainnya, Jeklin Nasendi, terus mengembangkan bisnis jasa rental playstation miliknya dan berhasil mencatatkan peningkatan penjualan/omzet per bulannya hingga 275%.

Mathius Awoitauw,S.E,.M.Si., Bupati Jayapura turut mengapresiasi pelaksanaan program kewirausahaan untuk kaum muda diperluas hingga wilayah Kabupaten Jayapura. “Dukungan yang diberikan oleh program Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda sangatlah penting mengingat generasi muda merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) utama di Kabupaten Jayapura. Harapan kami, setelah mengikuti program ini, mereka dapat mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan UMKM. Saat ini ada sekitar 1.000 UMKM  di Kabupaten Jayapura yang dikelola langsung oleh orang asli Papua dan kami berharap program ini bisa memberikan efek bola salju yang dapat menginspirasi lebih banyak anak muda di Kabupaten Jayapura untuk ikut terjun dalam kewirausahaan.”

Papua menjadi salah satu provinsi prioritas pemerintah dalam hal peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019 , indeks inklusi keuangan Papua di 2019 berada di level 60,89%, lebih rendah dari indeks inklusi keuangan nasional sebesar 76,19%. Sementara indeks literasi keuangan Papua di tahun yang sama berada di level 29,13%, lebih rendah dari indeks literasi keuangan nasional sebesar 55,7%.

“Selain untuk menciptakan pengusaha muda Papua yang tangguh, merupakan komitmen Prudential Indonesia untuk mendukung upaya pemerintah mendorong literasi dan inklusi keuangan di Papua,” ujar Nini. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT