23 June 2021, 08:40 WIB

Ulama Ajak Umat Perkuat kemanusiaan


Bayu Anggoro | Nusantara

SEJARAH mencatat sinergi antara ulama dan umat membuahkan
kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Ulama pada saat itu, melecut semangat umat agar berjuang habis-habisan merebutkan kemerdekaan dan
mempertahankannya.

Para ulama telah berjuang dengan umat untuk melawan kolonialisme dari
Sabang sampai Merauke. Melihat fakta sejarah tersebut, peran ulama tidak sekadar sebagai pembimbing ruhiyah umat, tetapi juga berusaha bersama dengan umat mewujudkan bangsa Indonesia yang merdeka.

Dalam usaha memelihara sinergi tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT)
sebagai bagian dari umat berkontribusi dengan ulama membawa amanat umat
untuk membangun peradaban bangsa melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI).

ACT yang berada di bawah pengayoman MUI dalam aktualisasi program-program kemanusiaan di bidang pangan, pendidikan, ekonomi, dan
kesehatan untuk membangun dan menyejahterakan bangsa.

Dengan cita-cita yang besar tersebut, maka dilakukan sinergi ulama untuk Kesejahteraan dan Keberkahan Bangsa dan Negara melalui penandatangan MoU antara MUI dan ACT untuk kerja sama dalam bidang pangan, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan, dilangsungkan di Kantor MUI di Jakarta, Selasa (22/6).

Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin mengatakan, Kesepakatan yang dilakukan hari ini merupakan kesepakatan umum. MUI, sebagai lembaga negara berfokus pada pengayoman umat, dan ACT sebagai organisasi kemanusiaan umat Islam, terpanggil dalam melakukan kolaborasi agar peran umat Islam dalamp agenda-agenda kemanusiaan yang bersifat masif dan akan diwujudkan dalam program-program konkret.

Program-program itu antara lain wakaf. Saat ini, ada sejumlah program wakaf yang telah dilakukan bersama MUI salah satunya di bidang pangan.

"Mengapa pangan? Dampak pandemi yang paling signifikan secara global
adalah pangan. Kami merancang program pangan sampai hilir, hulu wakaf
pangan produktif, wakaf sawah produktif. Kini yang tengah kami lakukan
adalah membantu permodalan petani. Di satu sisi, kami juga sedang
menggarap air minum wakaf gratis, yang mana dari pabrik air mineral yang kami beli lalu kami bagikan kepada masyarakat secara gratis," terangnya.

Ahyudin melanjutkan, sinergi antara ACT (umat) dan MUI (ulama) telah
terjalin lama. Di antaranya sinergi mengecam penyerangan Israel terhadap Palestina dan sinergi dalam penyediaan pangan, melalui panen raya sawah wakaf pertama di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Saat ini sinergi yang dilakukan semakin besar dan akan semakin masif.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan MUI Amirsyah Tambunan nengatakan,
bangsa Indonesia saat ini membutuhkan bantuan semua pihak dalam rangka
mengatasi pandemi covid-19. Menurut Amirsyah, umat harus tansiqul
haraqah (gerakan terkoordinir) dan taswiyatul manhaj (penyamaan pola
pikir).

"Kami memberikan apresiasi kepada ACT yang sudah teruji track recordnya. Semoga MOU hari ini bisa kita tindaklanjuti semoga pandemi covid tidak berdampak pada pandemi ekonomi. Semoga kerja sama ini bisa berlangsung dengan baik," kata Amirsyah.

Dia menambahkan, salah satu langkah yang harus dilakukan MUI dan ACT
adalah membantu bangsa dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pangan.
"Pendidikan menjadi perhatian serius kami. Anak-anak kita di rumah kecanduan gadget. Melalui pendidikan, kita harus mencerdaskan, harus mencerahkan. Begitu pun kesehatan, umat sehat, bangsa kuat. Selain
itu, kita harus memutus mata rantai tengkulak. Kami berharap kolaborasi
dengan ini dapat memenuhi kebutuhan umat," jelasnya.

Ketua Umum Pengurus Pusat MUI KH Miftachul Akhyar menjelaskan,
kolaborasi ini sekaligus menjadi bentuk dakwah MUI dan ACT. "Ini langkah yang cerdas. ACT selalu menyediakan tempat bagi umat yang
membutuhkan. Kita terus mengisinya dengan gerakan-gerakan umat. Bagi
kami, ini sekaligus dakwah. Mudah-mudahan, ACT bisa terus bekerja sama
dengan MUI. Saya berterima kasih kepada ACT semoga semua ini bernilai ganda dan semoga ACT terus keberkahan dan semakin maju dan MUI menjadi
pengayom umat," katanya. (N-2)

BERITA TERKAIT