22 June 2021, 21:35 WIB

Jumlah Titik Panas di Sumsel Makin Meningkat


Dwi Apriani | Nusantara

MUSIM kemarau yang mulai terjadi membuat jumlah titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan (Sumsel) terus mengalami peningkatan. Di pekan ketiga Juni, jumlah hotspot sudah mencapai 154 titik dan menjadi jumlah tertinggi sepanjang tahun ini.

Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori mengatakan, hotspot sudah terdeteksi satelit LAPAN sejak Januari lalu. Jumlahnya mencapai 11 hotspot. Jumlahnya meningkat menjadi 17 hotspot di Februari. Lalu, Maret jumlah hotspot menjadi 49 titik.

"April jumlahnya meningkat hampir tiga kali lipat menjadi 122 titik. Lalu, Mei terjadi peningkatan menjadi 139 titik. Untuk Juni memang paling tinggi sepanjang tahun ini," kata Ansori, Selasa (22/6).

Ansori menuturkan, secara total ada sebanyak 492 hotspot di Sumsel. Berdasarkan wilayah, Kabupaten OKI menjadi yang paling banyak dengan 98 titik. Disusul Banyuasin sebanyak 63 titik, Pali 60 titik, Lahat 58 titik dan Musi Banyuasin sebanyak 52 titik. "Sementara wilayah yang masih belum terdeteksi hotspot adalah Kota Palembang," ucapnya. 

Ansori menjelaskan, jumlah hotspot yang terdeteksi masih belum terlalu banyak. Pasalnya, potensi hujan masih bisa terjadi meskipun telah memasuki musim kemarau. "Kondisi lahan di sebagian wilayah tetap basah. Beberapa wilayah bahkan ada yang mengalami hujan dengan intensitas yang cukup lama. Hanya saja, kita tetap meningkatkan kesiagaan," bebernya.

Ia mengatakan, pihaknya terus meningkatkan pengawasan di lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel. Melalui patroli udara maupun darat. 

"Beberapa hotspot memang sudah ada yang berpotensi menjadi firespot. Biasanya, kami akan memastikannya melalui patroli udara. Jika memang potensinya besar, maka akan dilakukan penelusuran dengan tim darat," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT