18 June 2021, 21:24 WIB

Bupati Sikka Langsung Tutup Empat Kelab Malam Eksploitasi Anak


Gabriel Langga | Nusantara

BUPATI Sikka Fransiskus Roberto Diogo dengan tegas langsung menutup empat tempat kelab malam yang mempekerjakan 17 anak di bawah umur di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (18/6). Empat tempat kelab malam yang ditutup yakni Libra, Sasari, Bintang, dan T.999.

Kepala Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang Da Cunha, usai melakukan penutupan tempat kelab malam mengatakan, empat tempat hiburan malam iti ditutup sementara. Penutupan ini berdasarkan operasi dari Subdit IV Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda NTT yang mengungkap kasus eksploitasi  17 anak di bawah umur yang dipekerjakan oleh manajemen empat kelab malam itu.

 

"Kami tutup sementara ini atas perintah Bupati Sikka. Jadi empat kelab malam itu ditutup sementara. Mereka dilarang beroperasi sambil menunggu proses hukum yang dilakukan oleh Polda NTT," ujar dia.

Baca juga: Pekerjakan Anak, Empat Bos Kelab Malam di Sikka belum Ditahan

 

Ia pun mengaku empat kelab malam itu sudah memiliki izin operasional. Namun ada pelanggaran yang dibuat dengan mempekerjakan anak di bawah umur. "Jadi untuk sementara empat kelab malam itu dilarang beroperasi. Kami tetap melakukan pengawasan terhadap empat kelab malam itu," tandas Buang ini.

Kapolres Sikka Ajun Komisaris Besar Sajimin saat dimintai tanggapan mengatakan, kasus eksploitasi anak itu sedang ditangani oleh Polda NTT. "Tadi juga Kapolda NTT perintah untuk empat kelab malam itu ditutup. Sambil menunggu proses hukum yang dilakukan oleh Polda NTT," papar dia.

 

Ia pun mengingatkan apabila kedepannya ada pemilik kelab malam yang mempekerjakan anak di bawah umur pasti kena pidana. "Kita lihat ke depan. Kasus ini masih ditangani oleh Polda NTT. Jadi ke depan semua kelab malam kami akan tertibkan," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT