16 June 2021, 20:56 WIB

Cianjur Keluarkan Imbauan Larangan Kunjungan Ke Bandung Raya


Benny Bastiandy | Nusantara

BUPATI Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman menegaskan kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak bepergian dulu ke kawasan Bandung Raya menyusul status siaga 1 penyebaran covid-19. Imbauan itu juga berlaku bagi semua aparatur sipil negara (ASN).

"Sesuai dengan imbauan Gubernur, karena Bandung Raya ini merupakan zona merah, saya pun melarang dan mengimbau kepada warga Cianjur jangan bepergian ke luar daerah," kata Herman seusai melakukan sidakpelayanan di RSUD Sayang Cianjur, Rabu (16/6).

Imbauan itu, kata Herman, didasari agar covid-19 tidak menyebar di Cianjur karena terbawa dari warga yang bepergian ke daerah zona merah. Pasalnya, lanjut Herman, tak sedikit kasus baru covid-19 di Cianjur diakibatkan terbawa dari luar oleh warga yang bepergian.

"Tak sedikit ada warga yang pergi ke Bandung, pulangnya membawa covid. Jadi, lebhi baik di rumah saja," tegas Herman.

Bagi ASN, sebut Herman, yang memiliki agenda perjalanan dinas lebih baik dikurangi dulu. Terkecuali ada tugas yang sangat penting dan tak bisa ditinggalkan.

Pemerintah Kabupaten Cianjur pun masih tetap memberlakukan bekerja di rumah (work from home) bagi kalangan ASN. Sesuai instruksi, bagi daerah yang masuk zona merah, maka kalangan ASN yang bekerja di rumah ditambah menjadi 75%.

"Sekali lagi, saya tekankan agar selalu menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Jangan lupa juga 3T (testing, tracing, dan treatment," sebutnya.

Di Kabupaten Cianjur peningkatan kasus baru beberapa waktu terakhir akibat ditemukannya beberapa klaster. Di antaranya seperti di Kecamatan Cibinong, Cidaun, dan Pagelaran. "Terapkan selalu protokol kesehatan, terutama memakai masker saat beraktivitas di luar rumah," ungkap Bupati .

Data hingga Selasa (15/6), jumlah konfirmasi covid-19 di Kabupaten Cianjur terdata sebanyak 6.133 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 5.307 orang dinyatakan sembuh. Sisanya sebanyak 531 orang masih menjalani isolasi, 158 orang meninggal dunia, dan 136 orang beralamat di luar Cianjur. (OL-15)

BERITA TERKAIT