16 June 2021, 17:49 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Cirebon Geser Anggaran


Nurul Hidayah | Nusantara

DI tengah melonjaknya kasus positif Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat memetakan kembali kebutuhan anggaran yang diperlukan. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi, Rabu (16/6).

"Kebutuhan kami masih sekitar Rp12 miliar. Juni ini sebenarnya sudah habis. Tapi kita tambah lagi hingga 3 bulan ke depan atau hingga September,"  ungkap Agus.

Anggaran tersebut diantaranya diperuntukkan untuk penambahan sewa isolasi mandiri di salah satu hotel di Kota Cirebon. Perpanjangan sewa hotel untuk lokasi isolasi mandiri dikarenakan saat ini hotel tersebut penuh. "Sudah penuh, kemarin hanya sisa satu," ungkap Agus. 

Selain untuk perpanjangan sewa hotel, anggaran tersebut juga akan digunakan untuk pembayaran insentif, sosialisasi, dan edukasi Satpol PP, testing hingga biaya pemakaman pasien yang meninggal karena Covid-19.

Kebutuhan dana sebesar Rp12 miliar tersebut menurut Agus didapatkan dengan melakukan sejumlah pergeseran anggaran. "Misalnya penyertaan 
modal ke BUMD kita tunda dulu," ungkap Agus. 

Agus juga berharap dana tersebut mencukupi untuk penanganan covid-19 di Kota Cirebon hingga akhir tahun.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Cirebon telah melakukan refocusing anggaran sebesar Rp109 miliar pada Februari 2021. Dari dana sebesar itu sebesar, Rp 20 miliar digunakan untuk penanganan Covid-19 termasuk untuk vaksinasi. Dengan melonjaknya angka positif Covid-19 di Kota Cirebon, penambahan anggaran untuk penanganan Covid-19 dibutuhkan.

Sementara itu berdasarkan data dari website Covid-19 Kota Cirebon, jumlah terkonfirmasi positif saat ini sudah mencapai 5.934 dengan jumlah yang meninggal dunia sebanyak 218 orang. hingga kini masih ada 477 orang yang melakukan isolasi. Sedangkan tingkat keterisian atau Bed Occupancy rate (BOR) sudah mencapai 81 persen. (OL-15)

BERITA TERKAIT