15 June 2021, 22:44 WIB

Di Tengah Pandemi, Angka Stunting di Kota Tasikmalaya Capai 17%


Kristiadi | Nusantara

DI tengah pandemi Covid-19, angka kasus stunting di Kota Tasikmalaya setiap tahunnya terus mengalami kenaikan dan di tahun 2020 telah mencapai 17% dibandingkan pada tahun 2019 lalu. Atas peningkatan kasus tersebut, pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan akan tetap berupaya melibatkan 11 organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menekan kasus stunting.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih mengatakan, angka stunting di Kota Tasikmalaya tahun 2020 jumlahnya telah mengalami peningkatan hingga mencapai 17%. Dengan kenaikan tersebut semua pihak harus bergerak terlibat langsung untuk menekan kejadian tersebut dengan cara memberikan gizi.

"Penanganan stunting yang terjadi sekarang ini harus diawali dari ibu remaja agar mereka bisa melakukan konsultasi secara langsung, tetapi di setiap OPD juga harus membentuk pos pelayanan terpadu (Posyandu) agar dari mereka memeriksakan diri minimal 6 kali saat kondisi tengah hamil dan petugas di Posyandu harus selalu mengawasinya berkaitan dengan asupan gizi agar bisa dicegah dari sejak awal," katanya, Selasa (15/6/2021).

Baca Juga: Komisi IX : Butuh Koordinasi 20 K/L Tangani Program Stunting

Ia mengatakan, peningkatan kasus stunting di Kota Tasikmalaya harus ditekan supaya tidak adanya kenaikan dan pelayanan di Posyandu harus tetap berjalan. Karena, selama ini bagi pelayanan posyandu memang tidak berjalan dan sekarang harus diaktifkan kembali supaya tak terjadi kasus stunting dan kecenderungan berasal dari gizi buruk ketika sudah lahir harus ada upaya terutama untuk mengembalikan kondisinya.

"Untuk angka stunting memang sekarang ini tinggi tapi kematian ibu juga banyak di tahun 2020, salah satunya karena pandemi Covid-19 hingga banyak kader di lapangan sulit untuk tatap muka dan meningkat hampir 70 persen atau 99 ibu meninggal dunia dan pada tahun sebelumnya 60 orang. Namun, tahun ini bisa dicegah dan tetap minta supaya ibu hamil memeriksakan kehamilannya ke puskesmas, minimal 6 kali supaya terpantau kondisinya," ujarnya.

Berdasarkan data tahun 2020, angka kasus stunting di Kota Tasikmalaya mencapai 7. 731 atau 17,58 persen dan angka tersebut lebih tinggi dari kasus di tahun sebelumnya 2019 tercatat angkanya 5.373 atau 10,95%.

Untuk kasus stunting tertinggi di Kecamatan Kawalu 1.396 kasus, Kecamatan Mangkubumi 826 kasus, Kecamatan Cihideung 746 kasus, Kecamatan Indihiang 488 kasus, Kecamatan Tawang 426 kasus, Kecamatan Bungursari 422 kasus, Kecamatan Cibereum 372 kasus, Kecamatan Cipedes 304 kasus, Kecamatan Purbaratu 219 kasus, Kecamatan Tamansari 174 kasus. (Kristiadi/AD/OL-10)

BERITA TERKAIT