15 June 2021, 22:35 WIB

Isolasi Mandiri Rawan Penularan Covid-19 Intrakeluarga


Agus Utantoro | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Sleman, DIY meminta masyarakat memanfatkan tempat-tempat isolasi atau karantina yang ada yang disediakan hingga tingkat kelurahan. Pasalnya, isolasi mandiri tetap beresiko dalam penyebaran Covid-19.

"Dari sejumlah klaster yang ada di Slenab saat ini, kebanyakan penularannya hanya antartetangga dan bahkan intrakeluarga. Banyak yang kemudian berkembang dari isolasi mandiri," kata Sekda Kabupaten Sleman Harda Kiswoyo, Selasa (15/6).

Ia mengatakan, saat ini banyak yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, ujarnya, pelaksanaan dan tempat pelaksanaan isolasi mandiri tersebut tidak memenuhi kriteria sehingga tetap saja dapat menjadi bagian dari penularan.

Harda mencontohkan, banyak rumah milik warga yang dijadikan tempat  isolasi memiliki kamar yang terpisah tetapi tidak memiliki kamar mandi  yang terpisah pula. "Apa yang terjadi? Orang yang melakukan isolasi  mandiri itu masih bisa berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya yang tidak terpapar. Bahkan bisa jadi kemudian masih ke mana-mana," katanya.

Sementara Juru Bicara Pemda Sleman untuk Satgas Covid-19, Shavitri Nurmala Dewi menjelaskan dalam beberapa hari terakhir kembali terjadi lonjakan kasus Covid-19 akibat munculnya beberapa klaster penularan baru. Dari 12-14 Juni 2021, jelasnya, tercatat kasus harian  konfirmasi positif COVID-19 di Sleman melonjak cukup tinggi.  "Penambahan kasus tertinggi pada Minggu (13/6). Tercatat ada penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 220," katanya.

Ia mengungkapkan pada 12 Juni, tercatat ada penambahan 178 kasus, penderita infeksi virus corona yang sembuh bertambah 44, dan pasien yang meninggal dunia bertambah dua. Hari berikutnya, 13 Juni, ujarnya, kasus positif bertambah 220, pasien COVID-19 yang sembuh bertambah 114, dan pasien yang meninggal dunia karena penyakit itu bertambah lima.

Kemudian, pada 14 Juni, kasus COVID-19 bertambah 123, pasien yang sembuh dari infeksi virus corona bertambah 74, dan pasien yang meninggal dunia karena penyakit itu bertambah dua. (OL-15)

BERITA TERKAIT