15 June 2021, 21:43 WIB

Libatkan Ulama Dalam Mengatasi Covid-19 di Bangkalan


Mohammad Ghazi | Nusantara

MENTERI Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, meminta para ulama dan kiai di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ikut berperan menanggulangi penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut. Permintaan itu disampaikan Mahfud saat bersilaturrahmi dengan tokoh masyarakat Bangkalan di Pendopo Rato Ebuh, Selasa (15/6). 

Ia hadir di Bangkalan bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Mahfud mengatakan, bagi warga Madura, termasuk Bangkalan, ulama dan kiai memiliki posisi utama. Suara mereka lebih diterima dibanding himbauan para pemimpin pemerintahan. "Apa yang disampaikan para kiai, di Madura akan lebih diterima dari pada apa yang disampaikan pemerintah," katanya.

Bagi sebagian masyarakat Pulau Garam, kata dia, ulama dan kiai bukan hanya menjadi tempat bersandar urusan keagamaan, tapi juga urusan lainnya termasuk ekonomi dan kesehatan. Hal itu, jelas Mahfud, menjadi peluang untuk menggunakannya sebagai celah melakukan penyadaran akan pentingnnya menerapkan protokol kesehatan, dan memanggulangi penyebaran Covid-19.

Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan organisasi keagamaan, termasuk dengan NU yang memiliki massa kuat di wilayah tersebut. "NU memiliki struktur hingga ke Anak Ranting atau dusun, dan ikatan emosionalnya dengan masyarakat sangat kuat," kata Bupati.

Kerja sama dengan organisasi keagamaan itu, kata dia, difokuskan pada sosialisasi dan penyadaran masyarakat. Termasuk menumbuhkan kembali semangat untuk bangkit dan melepaskan diri dari keterpurukan akibat pandemi. (OL-15)
 

BERITA TERKAIT