15 June 2021, 20:56 WIB

Pakar Rekomendasikan Jatim PSBB Lagi


Faishol Taselan | Nusantara

PEMERINTAH diminta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyusul terus meningkatnya jumlah kasus covid-19 di sejumlah daerah di Jawa Timur.

"PPKM Mikro tidak cukup, perlu dilakukan PSBB, seperti yang pernah dilakukan tahun lalu," kata pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Windhu Purnomo di Surabaya, kemarin. PSBB perlu diterapkan kembali untuk mencegah meluasnya penyebaran varian baru covid-19 di Jawa Timur.

"Apalagi ada kencenderungan kasus positif covid-19 mengalami kenaikan siginfikan," ujarnya. Hasil dari Institute Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) mendapati tiga kasus virus varian baru strain India, yakni B.1617.2 atau varian Delta.

Pemerintah, menurutnya, perlu melakukan PSBB di wilayah yang sedang terkena, salah satunya Bangkalan, karena ditemukan varian baru yang membahayakan itu. Untuk masyarakat umum di Jawa Timur, Windhu berharap agar mereka segera berpindah haluan dari sebelumnya abai terhadap saran dan imbauan pemerintah menjadi memahami risiko dan tidak termakan berita-berita hoaks.

Apapun varian terbaru yang ditemukan, baru atau lama, kata Windhu, pencegahannya tetap sama. yakni penerapan protokol kesehatan secara lengkap. Varian Delta jauh lebih berbahaya dibandingkan varian virus covid-19 lain yang sudah ditemukan di Indonesia, mulai dari varian Inggris (Alpha), Afrika Selatan (Beta), dan B 1.5.2.5. Tingkat penularannya lebih tinggi yaitu mencapi 98% dibanding varian orisinal.

 
"Karakteristik Delta lebih menular daripada Alpha. Padahal Alpha 70% lebih menular daripada varian original. Ini (varian delta) 40% lebih menular dari varian Alpha. Artinya kalau dibandingkan varian original, Delta 98% lebih menular daripada varian original," ujarnya. (OL-14)
BERITA TERKAIT