15 June 2021, 11:15 WIB

Lanal Maumere Hidupkan Kembali Perahu Layar yang Punah


Gabriel Langga | Nusantara

Di era 1990-an para nelayan di pulau-pulau pesisir berlayar di kawasan laut teluk Maumere menggunakan perahu layar untuk mencari ikan atau mengantarkan sanak saudaranya turun di Pelabuhan Sadang Bui yang kini sudah berganti nama Pelabuhan Lorens Say.

Sayangnya, perahu layar yang sudah menjadi moda transportasi utama masyarakat pesisir tersebut kini mulai ditinggalkan. Para nelayan beralih menggunakan mesin. Akibatnya perahu layar tradisional nelayan itu sudah punah di perairan laut teluk Maumere,  Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Untuk itu, Kolonel Laut (P) Dwi Yoga P., M.Tr.Hanla., M.M., CTMP yang baru bertugas tiga bulan menjadi Komandan Lanal Maumere mulai menghidupkan kembali perahu layar lewat sebuah kegiatan festival perahu nelayan. Ia mencoba melepas empat perahu layar nelayan untuk  berlayardengan rute Maumere- Pulau Kojadoi.

Saat berbincang-bincang dengan mediaindonesia.com, Selasa (15/6), DanlanalMaumere yang biasa disapa Dwi Yoga ini menceritakan saat ini kita tidakpernah lagi melihat para nelayan termasuk nelayan di Kabupaten Sikka
membentangkan layar di perahunya untuk berlayar.

Ia pun sempat berdiskusi dengan beberapa nelayan di Kabupaten Sikka. Dalamdiskusinya menyebutkan nelayan kita disini terakhir menggunakan perahu layar di tahun 1995. Setelah itu, tidak kelihatan lagi para nelayan kita
berlayar dengan membentangkan layarnya karena sudah beralih ke mesin.

"Saya sudah tiga bulan bertugas di Maumere. Saya tidak pernah lihat perahu nelayan kita berlayar di perairan Teluk Maumere dengan membentangkan layarnya. Tradisi perahu layar ini sudah punah saat ini," papar dia.

Ia pun mensiasati agar perahu layar ini tidak punah dengan membuat kegiatan festival perahu layar dengan rute Maumere - Pulau Kojadoi dengan mencoba melepas empat perahu layar nelayan. "Yang kemarin itu kita coba empat perahu layar yang rata-rata yang main itu orang tua dengan mengajak anak-anak mereka untuk belajar berlayar dari Maumere menuju ke Pulau Kojadoi. Syukurlah semuanya selamat di tempat tujuan," ucapnya.

Disampaikan dia, beberapa hari kedepan nya, sekitar 27 Juni sampai 17 Agustus 2021, Lanal Maumere agar menggelar festival perahu berlayar yang diberi nama "Kojadoi Sail Festival'.. Festival ini dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 dengan melibatkan seluruh nelayan di Kabupaten Sikka.

Tujuan festival ini ungkap Dwi Yoga bahwa guna mengedukasi masyarakat nelayan menumbuhkan kembali jiwa pelaut masyarakat Kabupaten Sikka yang sudah tergerus jaman. Dimana apabila terjadi kerusakan mesin ataupun kehabisan bahan bakar, para nelayan kita masih bisa survival pulang ke daratan dengan menggunakan bantuan angin.

"Festival ini sebenarnya agar nelayan kita bisa kembali kejaman sebelumnya.Karena mereka sudah terlalu lama manjakan diri dengan mesin, pakai bahan bakar solar dan lupa akan masa lalu. Dan apabila terjadi emergency di laut, mereka akan mengingat kembali cara untuk menyelamatkan diri mereka dengan menggunakan perahu layar biar tidak ada kasus nelayan hanyut," ungkap Dwi Yoga.

Selain itu, ungkapnya festival perahu layar ini sebenarnya salah satu upaya melestarikan alat transportasi masyarakat Sikka pada waktu dulu kala, dimana sebelum ada mesin nelayan kita menggunakan perahu layar.

"Sekarang sudah jarang dan bahkan sudah tidak ditemukan lagi nelayan kita yang menggunakan layar, nah dengan adanya kegiatan festival perahu layar ini, akan mengingatkan kembali kepada anak-anak generasi Sikka, begini loh,,perahu layar itu, jangan sampai hanya tinggal cerita saja," ujarnya.

Untuk itu, ucapnya, festival yang direncanakan akan dilaksanakan kembali pada 27 Juni 2021 mendatang dengan mengundang lebih banyak lagi perahu layar nelayan di wilayah Kabupaten Sikka, dengan rute pelayaran dari
Pelabuhan Lorens Say Maumere menuju Pulau Kojadoi.

Dia pun berharap nantinya kegiatan festival ini generasi muda kita dan masyarakat secara umum dapat mewariskan semangat bahari nenek moyang yang dulu pelaut terkenal ulung dan pantang menyerah.

Ia pun menambahkan kegiatan-kegiatan kemaritiman harus lebih ditingkatkan lagi karena negara Indonesia merupakan negara kepulauan.

"Jangan dianggap laut sebagai pemisah tetapi laut adalah media pemersatu bangsa. Makanya kita harus terus menerus menggalakan kegiatan kemaritiman.
Kita harus mencintai laut, itu yang harus ditanamkan dalam diri kita," pungkasnya. (OL-13)

 

BERITA TERKAIT