11 June 2021, 12:17 WIB

BPBD Klaten Bersiap Hadapi Bencana Kekeringan


Djoko Sardjono | Nusantara

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, bersiap menghadapi kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Untuk antisipasi terjadi bencana di musim kemarau, BPBD Klaten mengusulkan 1 Juli-31 Oktober 2021 Klaten tanggap darurat kekeringan.

"Status tanggap darurat kekeringan akan kami usulkan kepada bupati," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten Sip Anwar, Kamis (10/6).

Baca juga: Kawasan Wisata Tahura Sultan Adam Kalsel Kembali Dibuka

Saat ditemui Media Indonesia di Pemkab Klaten, Sip Anwar, menjelaskan untuk menghadapi musim kemarau ini langkah antisipasi sudah disiapkan.

Kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana di musim kemarau itu perlu dilakukan, terutama yang terkait kekeringan termasuk kebakaran lahan.

Menurut Kalak BPBD Klaten, sejumlah wilayah berpotensi mengalami kekeringan, bahkan kebakaran lahan di musim kemarau tahun ini.

Ancaman bencana kekeringan musim kemarau ini berpotensi terjadi di wilayah Kecamatan Kemalang, Manisrenggo, Karangnongko, dan Jatinom.

Selain itu, lanjut Sip Anwar, bencana kekeringan juga mengancam wilayah Kecamatan Bayat, Juwiring, Karangdowo, Pedan, dan Gantiwarno.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten Sri Yuwana Haris menambahkan Klaten kini mulai dilanda kekeringan.

Hingga saat ini, BPBD Klaten telah mengirimkan bantuan air bersih 27 tangki ke Desa Tegalmulyo dan Sidorejo di Kecamatan Kemalang.

"Untuk musim kemarau tahun ini, kami belum tahu berapa jumlah desa rawan kekeringan yang meminta bantuan (dropping) air bersih," katanya.

Perlu diketahui, lanjut Haris, kekeringan di Klaten 2019 melanda 44 desa di sembilan kecamatan dan 20 desa di lima kecamatan pada 2020.

BPBD Klaten, tahun ini, mendapat anggaran sekitar Rp241 juta untuk penanganan daerah rawan kekeringan (dropping) air bersih sebanyak 750 tangki.

Puncak kemarau di Klaten, menurut Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis W Harmoko, terjadi pada Agustus 2021.

Saat ditemui di ruang rapat B2 Setda Klaten, Iis mengatakan Kabupaten Klaten, awal bulan ini, sudah memasuki musim kemarau.

"Kami perkirakan musim kemarau 2021 tidak sebasah 2020 dan tidak sekering 2019. Jadi, musim kemarau tahun ini normal," ujarnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT