10 June 2021, 21:45 WIB

Vaksinasi di Jawa Barat Dinilai Lebih Baik


Bayu Anggoro | Nusantara

PERKEMBANGAN kasus covid-19 di Jawa Barat menjadi sorotan. Bahkan, kejadian positif pasca Lebaran dan libur panjang pernah bertambah 1.562 kasus per hari.

Pola pengetatan protokol kesehatan terutama pada penggunaan masker dan menghindari kerumunan dinilai wajib dievaluasi.

Anggota  Komisi 1 DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan menjelaskan, Jawa Barat sudah termasuk dalam daftar sorotan perkembangan kasus covid-19, namun dalam perkembangannya masih bisa ditanggulangi dengan sejumlah upaya masif.

"Jawa Barat masih menghadapi tantangan pandemi yang luar biasa," ujar Farhan, Kamis (10/6).

Menurutnya, vaksinasi covid-19 di Jawa Barat perlu dorongan kuat
agar mempersempit potensi penularan. Terlebih, pasca Lebaran dan libur panjang, kasus harian covid di daerah harus menjadi perhatian.

"Hal ini direspon dengan vaksinasi yang meluas dan cepat. Saya lihat di Jawa Barat lebih baik daripada provinsi lain, terutama untuk distribusi vaksinasi covid," tambah Farhan.

Selain itu, pengetatan untuk mematuhi protokol kesehatan di lapangan terutama menutup celah kerumunan, juga dinilai sudah dilakukan secara masif di beberapa daerah.

"Di Jawa Barat, ketersediaan kamar bagi penderita covid di fasilitas kesehatan mulai membaik. Saya monitor tidak ada kekurangan kamar, meski testing dan tracing sudah dilakukan secara meluas," lanjutnya.

Sosialisasi dan edukasi 5 M, menurut dia, sudah menunjukan hasil yang baik walaupun ada beberapa warga yang masih kurang patuh.

Di sisi lain, Farhan mengkritisi jaring pengaman sosial bagi warga kurang mampu yang terdampak pandemi masih terjadi di beberapa daerah. "Masih ada masalah dengan distribusi Bansos. Tampaknya masalah data menjadi kendala," terangnya. (N-2)

BERITA TERKAIT