10 June 2021, 08:25 WIB

Kudus Targetkan Isolasi 700 Warga Terpapar Covid-19 di Donohudan


Akhmad Safuan | Nusantara

DITARGETKAN 700 warga terkonfirmasi di Kabupaten Kudus dapat diisolasi berpusat di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali. Hingga saat ini sudah 429 orang diberangkatkan.

Pemantauan Media Indonesia, Kamis (10/6) sebanyak 125 warga Kabupaten Kudus yang diketahui terkonfirmasi covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) kembali diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan Boyolali untuk menjalani isolasi berpusat. Cara ini sebagai upaya mencegah penyebaran korona di daerah ini.

Berdasarkan data dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, hingga saat ini jumlah warga terkonfirmasi covid-19 di daerah itu tercatat capai 1.946 orang. Yakni 437 orang dirawat di beberapa rumah sakit di dalam dan luar daerah serta 1.509 orang jalani isolasi mandiri.

Baca Juga: Pemerintah Teliti Sampel Varian Covid-19 di Kudus dan Bangkalan

Secara keseluruhan jumlah warga terkonfirmasi covid-19 di Kabupaten Kudus berdasarkan data tersebut menurun. Karena sehari sebelumnya jumlahnya mencapai 1.987 orang baik dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri.''Penurunan kasus covid-19 di sini karena sebagian besar pasien sembuh,'' kata Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Mas'ud.

Dalam kurun waktu 24 jam, demikian Mas'ud, jumlah pasien covid-19 di Kabupaten Kudus tercatat 204 orang sembuh. Tetapi ada penambahan 184 orang dan 21 orang meninggal, sehingga jumlah warga terpapar korona menurun dibanding sebelumnya.

Menyangkut isolasi berpusat, menurut Mas'ud, setiap hari warga terkonfirmasi covid-19 yang masih jalani isolasi mandiri dalam kurun waktu lama dipindahkan ke Asrama Haji Donohudan. Hingga saat ini sudah memasuki gelombang lima dan sudah  429 orang dipindahkan.

''Kami targetkan 700 warga terkonfirmasi covid-19 berstatus OTG dapat diisolasi berpusat, jika Asrama Haji Donohudan penuh Pemrov Jateng telah menyiapkan tempat di Balai Diklat Srondol,'' ujar Mas'ud.

Langkah ditempuh pemerintah dengan mengisolasi secara berpusat, lanjut Mas'ud, adalah untuk mencegah penyebaran covid-19 lebih luas. Karena sebagian besar terjadi berasal dari klaster keluarga. (/AS/OL-10)

BERITA TERKAIT