09 June 2021, 23:53 WIB

PLTA Kayan Komitmen Jokowi Kembangkan Industri Hijau di Kaltara


Ant | Nusantara

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan tengah fokus mengembangkan ekonomi hijau (green economy), termasuk di dalamnya kawasan industri hijau (green industrial park). 

PT Kayan Hydro Energy (KHE) sejalan dengan langkah Jokowi tersebut dengan melaksanakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kalimantan Utara.

Sebelumnya, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbang) Tahun 2021, 4 Mei 2021 di Istana Negara, Jokowi menekankan pentingnya pembangunan industri hijau  ramah lingkungan. Energi listrik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan kawasan industri hijau tersebut juga berasal dari energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Operasional KHE Khaeroni mengatakan telah melakukan berbagai hal terkait elektrifikasi untuk kebutuhan industri maupun pelabuhan. 

"Sejak sepuluh tahun silam, kami sudah memulai apa yang diutarakan Presiden Jokowi. Studi teknis, sosial, ekonomi, budaya, serta sosialiasi dan proses perizinan untuk pembangunan PLTA sudah selesai," ujarnya, Selasa (9/6) 

Bahkan, lanjut Khaeroni, KHE sudah mendapat peringkat 5A3 dari Dun & Bradstreet. Sejak 2019 KHE sudah melakukan pekerjaan pra-konstruksi dan tahun ini KHE telah menyiapkan kegiatan awal infrastruktur penunjang konstruksi untuk pembangunan PLTA Kayan Cascade yang berpotensi menghasilkan daya listrik sebesar 9.000 megawatt.

Yang sudah dilakukan KHE antara lain pekerjaan pembuatan jalan dari jalan pemerintah daerah menuju ke lokasi fasilitas umum sepanjang 4,2 kilometer. Selain itu, proyek dan pembuatan jalan dari fasilitas umum menuju PLTA Kayan Cascade sejauh 7 kilometer.

KHE juga telah melakukan pengiriman peralatan proyek, pembangunan gudang penyimpanan bahan peledak untuk memudahkan pekerjaan, dan masih banyak kegiatan lainnya. Setelah pembangunan gudang bahan peledak selesai, KHE berencana untuk segera melakukan pekerjaan peledakan pembuatan jalan menuju lokasi bendungan. Kegiatan ini dilakukan di luar wilayah hutan.

"Karena Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sedang menunggu penetapan oleh instansi terkait. Kewa- jiban dan proses kelengkapannya sudah terpenuhi dan secara prinsip sudah disetujui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tetapi masih menunggu penetapan,” tandasnya.

Nilai investasi KHE untuk PLTA ini mencapai 17,8 miliar dollar AS. Angka ini belum termasuk pembiayaan infrastruktur dan pengembangan industri.

"Kami berharap proyek pembangunan PLTA ini berjalan optimal sehingga nantinya sumber daya listrik yang besar ini dapat terintegrasi dengan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi," imbuhnya.

Di kawasan industri tersebut, PT Indonesia Strategis Industri (ISI) sebagai mitra sinergi KHE juga tengah melakukan berbagai kegiatan lapangan, termasuk pembebasan lahan. 

“Kami sudah mendapatkan izin, dan kami sedang melakukan pembebasan lahan sekitar 1.500 hektar untuk tahun ini dan akan dilanjutkan hingga mencapai 5.000 hektar. Setelah pembebasan lahan selesai, tahun depan kami melanjutkan dengan tahapan pema- tangan lahan, yakni berupa penimbunan, pemadatan, dan sebagainya,” pungkasnya 

Kala itu Jokowi berharap, tenaga air (hydro power) yang ada di Sungai Kayan, Kalimantan Utara, dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sumber energi ini akan menghasilkan energi hijau, snergi baru terbarukan.

Jokowi kembali menegaskan keinginannya itu pada KTT P4G (Partnering for Green Growth and Global Goals 2030) secara virtual, Minggu (30/5). Menurut Jokowi, Indonesia sedang mengembangkan industri hijau terbesar di dunia di Kalimantan Utara yang berpotensi besar dalam pengembangan energi terbarukan. (OL-8)

 

 

.

BERITA TERKAIT