09 June 2021, 12:35 WIB

Bantu Perempuan Indonesia di Masa Pandemi


Mediaindonesia.com | Nusantara

PANDEMI covid-19 yang berkepanjangan membuat banyak usaha gulung tikar. Beberapa brand ternama dan mendunia terpaksa menutup usaha karena omset yang menurun secara drastis.

Hal ini membuat para pengusaha baru ragu untuk memulai bisnis. Dikutip dari laporan proyeksi ekonomi global edisi januari 2021, bank dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan sebesar 3,8% hingga 2022 mendatang dan prospek perekomonomian global masih diliputi ketidakpastian akibat pandemi covid-19.

Baca juga: Kampanye Mencintai Diri untuk Wanita Indonesia

Namun, tidak halnya bagi dR. HEN Skincare (Herritage, Exclusive, Natural). Sejak diakuisisi Athena Group nama mereka kini diperhitungkan di dunia kosmetik di Indonesia.  Dengan konsep bahan alami, aloevera dan royal jelly yang merupakan bahan aktif  antioksidan yang dapat mengatasi berbagai masalah kulit, dR. HEN Skincare menjadi bisnis yang berkembang di saat pandemi.

"Sebelum diakuisisi, omset yang kami dapat hanya puluhan juta per bulan.  Setelah diakuisisi terjadi pertumbuhan yang luar biasa. Di bulan pertama tercatat angka lebih dari Rp3 miliar, tumbuh 3000%," ucap dr. Richard Lee.

Founder dR. HEN Skincare dr. Reni mengatakan, sejak dilaunching dR. HEN skincare langsung dilamar oleh 4000 reseller, 1000 distibutor, dan 700 peminat franchise. Dalam waktu hanya 3 bulan, mitra dR. HEN Skincare telah tersebar di seluruh Indonesia.  Karena itu, dirinya bertekad akan melebarkan sayap dR HEN skincare sampai ke seluruh Indonesia.  

"Dipastikan sampai tahun depan akan lebih banyak lagi. Saat ini sudah 4.000 reseller, 1.000 distibutor dan 700 peminat franchise sudah mendaftar. Target berpusat kepada pengembangan masing masing,  tim yang bekerja harus lebih kompak, solid, dan wajib kreatif, tentunya kita sokong dengan training pengembangan diri maupun leadership," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dengan adanya kebijakan kerja dari rumah, justru membuat para perempuan memiliki waktu yang lebih banyak untuk melakukan perawatan tubuh dan kecantikan. Sehingga membuat mereka juga lebih banyak menggunakan skincare dan sekaligus membuat usaha.

"Mereka enggak bisa ke klinik untuk treatment jadi cari produk-produk yang bisa menggantikan treatmen klinik walaupun tidak 100% bisa. Namun, kita tetap bisa melihat tren ini dengan banyaknya orang yang semakin rajin merawat wajah mereka di rumah dengan menggunakan masker, misalnya. Jadi kesadaran masyarakat terhadap skincare untuk merawat kulit sudah semakin besar. Skincare enggak cuma kita lakukan seadanya aja, tapi mereka lakukan karena mereka mulai mengenal kebutuhan mereka. Ke depannya, tren ini akan menjadi tantangan bagi brand baru dR HEN skincare untuk bisa membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit banyak orang," ujarnya. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT