09 June 2021, 19:29 WIB

Bandung Barat Alami Lonjakan Kasus Covid-19


Depi Gunawan | Nusantara

PENYEBARAN kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat kian memprihatinkan. Wilayah Bandung Barat kini masuk ke dalam zona risiko tinggi penyebaran Covid-19 alias zona merah.

Berdasarkan informasi Satgas Covid-19 Bandung Barat, dari 1-9 Juni 2021 terjadi penambahan 666 kasus positif. Sedangkan angka kesembuhan jauh dibawahnya yakni mencapai 441 orang dan meninggal 12 orang.

Artinya, rata-rata dalam sehari ada tambahan sekitar 70 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Wilayah penyumbang kasus terbanyak berasal dari Kecamatan Padalarang, Ngamprah, dan Lembang.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Bandung Barat, Agus Ganjar Hidayat mengatakan melonjaknya kasus Covid-19 disebabkan beberapa faktor. Paling fatal akibat mobilitas masyarakat yang melaksanakan mudik dan libur lebaran beberapa pekan lalu.

"Pergerakan masyarakat pascalebaran menjadi penyebab melonjaknya kasus. Karena wilayah kita ini kan sebetulnya daerah tujuan mudik, tetapi banyak pula yang keluar daerah untuk mudik," kata Agus, Rabu (9/6).

Diakuinya mobilitas masyarakat saat pandemi sulit ditekan. Untuk menahan laju penyebaran Covid-19 pihaknya mengoptimalkan peran Satgas mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat RT. Disamping itu, dibutuhkan peran masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.

Kendati masuk dalam zona merah, dia memastikan jika objek wisata di Lembang tidak sampai ditutup atau tetap beroperasi seperti biasa. "Untuk tempat wisata masih buka, tapi wajib menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya.

Sementara itu, keterisian ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Lembang sudah penuh. Pihak rumah sakit berencana akan menambah hingga 20 tempat tidur.

"Per Selasa (8/6) kita full bed, kadang cepat sekali, ada yang tidak tertangani sampai meninggal, ada pula yang sudah dinyatakan sehat. Kami semula menyediakan 14 bed, kita sedang koordinasi penambahan menjadi 20 bed, kalau ada lonjakan kasus, kita bisa siapkan hingga 30 bed," ucap Plt Dirut RSUD Lembang, M Hidayat.

Dalam sepekan terakhir, pihaknya menerima 2-3 orang perhari pasien bergejala Covid-19. Langkah antisipasi lonjakan kasus, RSUD Lembang juga menambah tenaga medis non pasien Covid-19 yang diperbantukan untuk penanganan pasien korona.

"Per hari kita full terus, kalau misalkan ada pasien sembuh atau meninggal, langsung terisi sama pasien yang waiting list, jadi selalu terisi terus," jelasnya. (OL-15)
 

BERITA TERKAIT