09 June 2021, 19:12 WIB

Mantan Wabup Tasikmalaya Dirikan BLK Pesantren Gratis Vokasi


Kristiadi | Nusantara

MANTAN Wakil Bupati Tasikmalaya, Jawa Barat, Deni Rhamdani Sagara, mendirikan pesantren vokasi wirausaha gratis pendidikan selama 42 hari. Pendirian tersebut, mendapatkan respon besar dari Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang hadir langsung meresmikan lembaga pendidikan menciptakan wirausahawan muda dari kalangan pesantren dari perkampungan terpencil. 

"Pesantren Vokasi Indonesia ini berbasis pelatihan selama 42 hari kerja bagi santri di perkampungan terpencil dilakukannya dalam pembelajaran skill santri siap kerja dan jadi wirausaha. Setiap angkatannya berjumlah 42 orang dari pemuda perkampungan di Kabupaten Tasikmalaya dan bisa juga dari pegawai lain," kata Deni, Rabu (9/6/2021).

Deni mengatakan, pesantren vokasi wirausaha gratis pendidikan berawal dari hasil keliling kampung terpencil selama dirinya menjabat sebagai Wakil Bupati Tasikmalaya. Dia menemukan banyal pemuda dan pemudi mengeluh tentang kondisi sekarang tapi memiliki niatan dan keinginan tinggi menjadi orang sukes. Namun, alasan mereka beragam didapatkan dari generasi kampung terpencil di Kabupaten Tasikmalaya, terutama akses mendapatkan informasi dan akses kondisi jalan yang buruk ke perkotaan.

Baca Juga: Haskana Kelas II B Tasikmalaya Kebanjiran Order di Tengah Pandemi

"Kami bersama teman berinisiatif membuka balai latihan kerja pesantren untuk membantu memudahkan mereka mendapatkan akses pendidikan dan bekal ilmu agama. Pesantren Vokasi Indonesia sampai akhirnya mendapat respon besar dari Kemendikbud langsung," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI Wikan Sakarinto mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi penuh dan meresmikan secara langsung Balai Latihan Kerja Pesantren Vokasi Indonesia yang mana selama itu telah dirintisnya oleh mantan Wakil Bupati Tasikmalaya. Akan tetapi, kegiatan tersebut akan tercipta puluhan ribu santri siap bekerja dan menjadi wirausahawan muda.

"Kami akan segera memberikan bantuan bagi lembaga vokasi informal ini demi terciptanya santri mandiri dan diharapkan ke depan akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di seluruh daerah Indonesia. Untuk, sekarang tiap angkatan menerima 42 orang saja selama pendidikan 42 hari dan ke depannya lembaga ini akan menciptakan 42.000 santri menjadi wirausahawan sukses karena pengembangan tersebut menjadi faktor penting kekuatan ekonomi Indonesia," pungkasnya. (Kristiadi/AD/OL-10)

BERITA TERKAIT